BKSDA dan DLH Sama-sama Menduga Pemotongan Belasan Sonokeling di Jalan Tulungagung-Blitar Pencurian

BKSDA dan DLH sama-sama menduga pemotongan belasan pohon sonokeling di jalan nasional Tulungagung-Blitar adalah pencurian.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung mendatangi lokasi dugaan pembalakan liar pohon sonokeling di ruas jalan nasional Tulungagung-Blitar. Tim memeriksa tunggak pohon serta bekas pemotongan di dekat SMPN 1 Sumbergempol, Tulungagung, Senin (7/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung mendatangi lokasi dugaan pembalakan liar pohon sonokeling di ruas jalan nasional Tulungagung-Blitar.

Tim memeriksa tunggak pohon serta bekas pemotongan di dekat SMPN 1 Sumbergempol, Tulungagung, Senin (7/12/2020).

Kepala Resort RKW BKSDA Blitar, Joko Dwiyono mengatakan, sonokeling masuk dalam apendix 2.

Artinya pohon ini menuju langka, sehingga perlu ada pengaturan peredarannya.

Pemotongan, pengangkutan, dan penjualannya harus mengantongi izin dari lembaga terkait.

"Karena ini wilayah Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional, pemotongannya harus izin ke sana," terang Joko Dwiyono.

Namun ketika kayu itu akan diangkut, harus ada izin dari BKSDA.

Baca juga: Jembatan Karangrejo Tulungagung Ambles, Jalur Alternatif Trenggalek-Kediri Lewat Ngujang Ditutup

Baca juga: Polres Tulungagung Gandeng Labfor Polda Jatim untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Rumah Pejabat Dinkes

Joko Dwiyono memastikan, selama ini pihaknya tidak menerima tembusan izin pengangkutan sonokeling dari lokasi penebangan.

Jika penebangan resmi, maka kayu-kayu hasil penebangan dibawa ke tempat penampungan.

"Kalau memang pemotongannya untuk keselamatan pengguna jalan, seharusnya semuanya diangkut. Bukan dahan-dahannya ditinggal, malah mengganggu pengguna jalan," tegas Joko Dwiyono.

Sementara Kepala DLH Kabupaten Tulungagung, Santoso langsung menduga pemotongan pohon sonokeling ini ilegal.

Sebab banyak prosedur yang tidak dilalui pelaku pemotongan.

Baca juga: Mudahkan Layanan Perkara, Kejari Tulungagung Perkenalkan Inovasi Tiga Layanan, Apa Saja?

Baca juga: Bermula dari Kenalan di Facebook, Siswi SMP di Tulungagung Jadi Korban Pencabulan Teman Barunya

Di antaranya izin dari BBPJN, BKSDA dan tembusan ke pihaknya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved