Virus Corona di Kota Batu

Dinas Pendidikan Kota Batu Tak Mau Buru-buru KBM Tatap Muka: Keselamatan Anak-anak Prioritas 

Dinas Pendidikan Kota Batu tak mau terburu-buru menyelenggarakan pembelajaran tatap muka: keselamatan dan kesehatan anak-anak prioritas utama.

Penulis: Benni Indo | Editor: Hefty Suud
SURYA/SAMSUL HADI
ILUSTRASI - Pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Dinas Pendidikan Kota Batu tidak mau terburu-buru menyelenggarakan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru 2021.

Perlu ada kajian yang komprehensif untuk menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara langsung.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih menjelaskan masih ada pemetaan yang merupakan bagian dari kajian untuk KBM tatap muka.

Baca juga: Cegah Covid-19 Saat Pencoblosan, Pemkab Sidoarjo Fasilitasi Rapid Test Gratis untuk Saksi Paslon

Baca juga: Daftar 6 Klub Asia Tenggara yang Berlaga di Liga Champions Asia 2021

“Saat ini masih kita petakan. Kami tidak mau terburu-buru untuk tatap muka,” terang Eny, Selasa (8/12/2020).

Ia juga mengatakan kalau kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud tidak bisa disama ratakan di seluruh daerah. Pasalnya, masing-masing daerah kondisinya berbeda.

Sementara itu Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Batu, Tatik Ismiati mengemukakan bahwa kebijakan pembelajaran tatap muka perlu persetujuan orangtua wali.

KBM tatap muka tidak cukup sekadar bersumber dari kajian sepihak saja.

Katanya, harus melalui musyawarah wali murid, kepala sekolah, dan kebijakan pemerintah daerah. 

“Jadi memang masih tinggi kasus Covid-19 ini, kita juga belajar dari beberapa kasus di daerah lain yang melakukan KBM tatap muka di masa pandemi," terangnya.

Baca juga: Daftar 6 Klub Asia Tenggara yang Berlaga di Liga Champions Asia 2021

Baca juga: Apes Beli Helm Murah di Facebook, Nomor Hp Pria Kota Malang Ini Malah Jadi Narahubung Penipuan

Menurut Tatik, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. MKKS juga tengah melakukan antisipasi metodologi pembelajaran yang baru untuk mengurangi tingkat kejenuhan ketika melakukan belajar daring. 

Per 8 Desember 2020, dua orang warga Kota Batu terkonfirmasi positif virus Corona ( Covid-19 ).

Total secara keseluruhan ada 955 warga yang terkonfirmasi. 

Dalam lima hari terakhir, sejak 3 Desember 2020, jumlah warga Kota Batu yang terkonfirmasi positif tinggi. Angkanya di atas 30 an.

Pada 3 Desember, tercatat ada 33 orang terkonfirmasi positif. Berturut-turut di hari selanjutnya hingga tanggal 6 Desember yakni 63, 40 dan 51.

Jika ditotal, dalam empat hari ada 187 warga Kota Batu terkonfirmasi positif.

Sedangkan data pada 7 Desember 2020, tercatat tidak ada warga Kota Batu yang dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19, alias nol. Hingga 8 Desember 2020, jumlah warga Kota Batu yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 955 orang yang terdiri atas 160 berstatus aktif, 718 berstatus sembuh dan 77 orang dilaporkan meninggal dunia disebabkan Covid-19.

Penulis: Benni Indo

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved