Breaking News:

Pilkada 2020

Pasien Covid-19 Tetap Bisa Pakai Hak Suaranya di Pilkada 2020, KPU Jatim: Bisa Diwakilkan Perawat

Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam tegaskan pasien Covid-19 tetap bisa pakai hak suaranya di Pilkada Serentak 2020: bisa diwakilkan perawat.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Hefty Suud
SURYA/BOBBY KOLOWAY
Ketua KPU Jatim, Choirul Anam. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam menegaskan warga Jawa Timur yang tengah dalam perawatan karena terpapar virus Corona ( Covid-19 ) atau yang sedang  isolasi mandiri tetap bisa menyalurkan hak pilihnya besok, Rabu (9/12/2020).

Pasalnya regulasi tata cara penyaluran hak pilih bagi yang terpapar Covid-19 saat Pilkada Serentak 2020 sudah disediakan dan tidak ada alasan mereka harus golput.

Bahkan jika terpaksa, pasien yang sedang dirawat karena Covid-19 juga bisa mewakilan pada perawat agar bisa menyalurkan hak pilihnya.

Baca juga: 6.415 Surat Suara Rusak di Lamongan Dibakar, Optimis 77,5% Pemilih Hadir dalam Pencoblosan Besok

Baca juga: Jelang Hari Pencoblosan, Mantan Pemain Persib Bandung Minta Doa Restu ke Orangtua

"Terkait mekanisme pemilihan bagi mereka yang sedang isolasi, baik rumah sakit maupun mandiri sudah diatur. Jadi yang isolasi atau proses rawat di rumah sakit sudah dikoordinasikan oleh kawan-kawan KPU," kata Anam, saat diwawancara di Gedung Negara Grahadi, Selasa (8/12/2020).

Pasalnya hari ini adalah hari terakhir pendataan oleh KPU terkait koordinasi dengan satgas Covid-19 di kabupaten kota maupun Rumah Sakit untuk memetakan terkait pasien yang akan menyalurkan hak suaranya.

"Terkait perlakuan pada pasien yang terpapar covid-19 tadi juga disampaikan Pak Mendagri, saya juga berkali-kali menyampaikan, bahwa kita tidak boleh menghalangi atau mencela hak konstitusional dalam hal menyalurkan hak pilih. Artinya kita memfasilitasi, tapi sekali lagi ini nyoblos juga bukan kewajiban artinya kita tidak memaksa yang sakit tetap harus nyoblos. Itu bukan," tegas Anam.

Sebab ada suara miring yang mengesakan bahwa pemerintah atau KPU seolah-olah memaksa orang sakit untuk tetap nyoblos dalam Pilkada 2020.

Menurut Anam hal yang sebenarnya tidak begitu. Melainkan KPU hadir untuk memberikan fasilitasi terbaik, agar masyarakat mendapatkan haknya untuk menyalurkan hak pilih dalam Pilkada serentak.

Baca juga: Tinjau TPS di Desa Dahanrejo Gresik, Gubernur Khofifah Pastikan Petugas KPPS Nonreaktif Covid-19 

Baca juga: H -1 Pilkada Ponorogo, 250 Calon Pemilih Pindah TPS, KPU: Yang Belum Masuk DPT Bisa Bawa KTP-eL

"Kita hanya memfasilitasi, kalau ternyata yang bersangkutan tidak ingin menggunakan hak pilihnya karena dia merasa terpapar covid, maka juga tidak dilarang, tapi kalau kemudian yang bersangkutan tetap ingin menggunakan hak pilihnya, maka kawan-kawan KPU dan kawan-kawan KPPS setempat siap untuk  berkoordinasi dengan tim kesehatan di situ," Tandas Anam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved