Breaking News:

Wujudkan Pelayanan Berbasis TIK, Pemkab Nganjuk Dorong Implementasi Desa Digital

Pemkab Nganjuk, Jawa Timur  berupaya meningkatan implementasi pembangunan Desa Digital. Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan

istimewa
Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi saat memberikan pemaparan dalam FGD tentang Desa Digital Kabupaten Nganjuk. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pemkab Nganjuk, Jawa Timur  berupaya meningkatan implementasi pembangunan Desa Digital. Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat tingkat Pemerintahan Desa berbasis teknologi informatika dan komunikasi (TIK)

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, membangun Desa Digital harus dimulai dari menyatukan pola pikir Desa, Kecamatan, Kabupaten sebagai pelayan masyarakat.

Dengan demikian, khusus untuk desa perlu bertransformasi dari bekerja manual menjadi berbasis Information Communication Technology (ICT) atau Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK).

"Yang pasti, Pelayanan publik harus menjadi perhatian utama Desa dan data kependudukan harus transparan untuk layanan masyarakat. Itu semua bisa terlayani dengan baik apabila Desa sudah bekerja secara digital," kata Marhaen Djumadi dalam Focus Group Discusion (FGD) Desa Digital Kabupaten Nganjuk, kemarin kepada TribunJatim.com.

Dijelaskan Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk mendorong Kepala Desa untuk bisa memanfaatkan aset-aset desa agar diolah dan dipasarkan menggunakan TIK agar produktif. Karena dgitalisasi Desa harus membawa multiplier effect untuk kemajuan ekonomi desa dan masyarakat

Untuk itu, dikatkan Marhaen Djumadi, pihaknya juga mendorong Diskominfo, Dinas PMD dan Desa menyiapkan program Desa Digital.

Baca juga: Daftar Harga Mobil Bekas Suzuki Ertiga, Paling Murah Tahun 2014 Rp 120 Juta, Berikut Spesifikasinya

Baca juga: Bantuan Gading Marten saat Gisel Plesir ke Bali di Tengah Kasus Video Syur, Menginap di Rumah Mantan

Baca juga: LaNyalla Harap Proyek Strategis Nasional Bisa Serap Banyak Tenaga Kerja

"Siapkan infrastruktur, jaringan, aplikasi, dan terutama SDM TIK sehingga Desa digital bisa segera terwujud," ucap Marhaen Djumadi.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki mengatakan, hingga tahun 2020 ini ada 264 Desa yang sudah menerapkan digitalisasi pemerintahan. Hal itu bisa dilihat dari adanya program Siskeudes, Prodeskel, website layanan informasi desa, dan layanan akses internet Wi-Fi di pendopo desa.

"Untuk tahun 2021 kita akan kembangkan pada digitalisasi manajemen pemerintahan desa, pelayanan publik, dan ekonomi desa," kata Slamet Basuki kepada TribunJatim.com.

Diskominfo, menurut Slamet Basuki, sudah menyiapkan aplikasi Sedudo untuk layanan administrasi masyarakat, laporan kinerja aparat desa, dan update data kependudukan yang siap dikenalkan.

Disamping itu, tambah Slamet Basuki, pihaknya juga telah menyiapkan kegiatan pendampingan Desa Digital pada tahun 2021 nanti. Sedangkan fokus saat ini menyiapkan APB Desa 2021.

"Dan bulan Desember ini Diskominfo bersama PMD telah menyiapkan juknis penggunaan APB Desa untuk Desa Digital," tutur Slamet Basuki kepada TribunJatim.com. (Achmad Amru Muiz/Tribunjatim.com)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved