Pilkada Surabaya

Paslon Maju Bakal Ajukan Gugatan ke MK, Cawali Machfud Arifin: Bukan Masalah Kalah dan Menang

Paslon Machfud Arifin-Mujiaman bakal melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Tegaskan bukan masalah kalah dan menang di Pilkada Surabaya 2020.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Machfud Arifin-Mujiaman saat menyampaikan sikap di posko MA Centre Jalan Basuki Rahmat Surabaya, Kamis (17/12/2020).  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Paslon Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) menyatakan sikap atas hasil rekapitulasi suara untuk Pilkada Surabaya 2020.

Paslon nomor urut 2 itu mengatakan bakal melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin.

Baca juga: Daop 8 Surabaya Siapkan 64 Unit Lokomotif dan 389 Gerbong Kereta Nataru, Tiket Sudah Bisa Dipesan

Baca juga: Ditemukan 20 Ribu Kotak Amal Diduga dari Kelompok Jamaah Islamiyah, Begini Tanggapan Polda Jatim

Ia memaparkan, sudah ada tim hukum yang disiapkan untuk menggugat ke MK. 

"Kami akan mengambil langkah untuk melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," kata Machfud saat ditemui di posko MA Center di Jalan Basuki Rahmat, Kamis (17/12/2020).

Seperti diketahui, paslon Machfud Arifin-Mujiaman berdasarkan hasil rekapitulasi suara tingkat kota, mendapatkan 451.794 suara. 

Keputusan menggugat itu, diungkapkan Machfud lantaran pihaknya merasa ada dugaan pelanggaran dalam Pilkada Surabaya 2020

Mantan Kapolda Jatim itu menyebut, pihaknya merasa ada dugaan kecurangan terstruktur, sistematis dan massif. 

Alasan lainnya, aspirasi pemilih yang kadung memberikan dukungan pada paslon nomor urut dua itu, disebut harus terus diperjuangkan.

Baca juga: Sonokeling Hasil Penebangan di Tulungagung Disimpan di TPK BBPJN, LSM Lingkungan Mempertanyakan

Baca juga: Puput Nastiti Devi Pernah Keceplosan Panggilan Sayang Ahok, BTP: Ini Korban Film-film Asmara Korea

 Namun, dia menyebut gugatan ini bukan hanya perkara menang atau kalah dalam Pilkada. Namun terkait substansi kontestasi demokrasi. 

"Bukan masalah kalah dan menang, itu tidak," ujarnya. 

Selain itu, dia menyebut rencana gugatan itu juga lantaran ada dorongan kepada pihaknya untuk menempuh jalur MK. 

Setidaknya ada enam orang tim lawyer yang disiapkan oleh paslon Maju untuk menggugat ke MK. Diantaranya, ada Donal Fariz, Febri Diansyah dan Muhammad Sholeh. 

Donal Fariz salah seorang tim hukum paslon Maju mengatakan, pihaknya belum bisa menjabarkan secara rinci terkait apa yang akan menjadi materi gugatan. 

"Banyak hal yang sedang kami kumpulkan dan analisis berkaitan dengan pola-pola kecurangan yang terjadi," kata dia. 

Penulis: Yusron Naufal Putra

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved