Breaking News:

KAI Belum Terapkan Swab Antigen Sebagai Syarat Bagi Calon Penumpang

Hingga saat ini, PT KAI masih mengacu ke SE 14 Kemenhub tanggal 8 Juni 2020 dan SE 9 Gugus Tugas Covid-19 tanggal 26 Juni 2020. Terkait kebijakan Swab

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ilustrasi kereta api 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN-  Hingga saat ini, PT KAI masih mengacu ke SE 14 Kemenhub tanggal 8 Juni 2020 dan SE 9 Gugus Tugas Covid-19 tanggal 26 Juni 2020. Terkait kebijakan Swab Antigen, KAI masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah. 

Hal itu disampaikan, Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, Jumat (18/12/2020). Ia mengatakan, masyarakat yang akan menggunakan KA jarak jauh diharuskan untuk menunjukkan Surat Bebas Covid-19 atau Tes PCR/Rapid Test Antibodi yang masih berlaku 14 hari sejak diterbitkan.

Calon penumpang juga bisa membawa surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid Test Antibodi.

Baca juga: Ayah Pemuda Nekat Ungkap Cerita Tak Biasa Anaknya Sebelum Arungi Lautan Pakai Galon

"Terkait kebijakan Swab Antigen, KAI sampai dengan saat ini masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah," kata Ixfan.

Ia menuturkan, KAI sebagai operator moda transportasi kereta api selalu patuh terhadap aturan regulator dalam hal ini pemerintah. KAI turut mendukung segala upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

KAI tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan baik di stasiun maupun selama dalam perjalanan. Di antaranya dengan menyediakan wastafel dan hand sanitizer, menyemprotkan cairan disinfektan di stasiun dan kereta. 

Selain itu, juga membuat jarak antar penumpang pada antrean, kursi ruang tunggu, serta membatasi tiket yang dijual yaitu hanya 70 persen, dari kapasitas tempat duduk.

"Petugas frontliner KAI yang berpotensi kontak jarak dekat dengan penumpang juga dibekali dengan APD berupa masker, sarung tangan, dan face shield untuk mencegah penyebaran Covid-19," jelasnya. 

Dia menambahkan, setiap pelanggan KA jarak jauh harus dalam kondisi sehat, tidak menderita flu, pilek, batuk, demam, memakai masker, dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. 

Selama dalam perjalanan, pelanggan diharuskan menggunakan Face Shield dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang. Petugas akan memeriksa suhu tubuh setiap tiga jam sekali dan membersihkan area yang sering disentuh pelanggan dengan cairan pembersih mengandung disinfektan setiap 30 menit sekali. (rbp)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved