Breaking News:

Pilkada Surabaya

MA-Mujiaman Bawa Hasil Pilkada Surabaya 2020 ke MK, Begini Sikap Eri-Armuji

Eri Cahyadi-Armuji menghormati rencana Machfud Arifin dan Mujiaman yang akan membawa hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi(MK).

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Pasangan Cawali dan Cawawali yang diusung PDIP, Eri Cahyadi dan Armuji saat syukuran dengan anggota BSPN di kantor DPC PDIP Surabaya, Jumat (18/12). Dalam acara itu juga diserahkan secara simbolis surat penetapan penghitungan suara dari KPU Surabaya yang menyatakan pasangan calon no 1, ErJi unggul. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji (ErJi) menghormati rencana Machfud Arifin dan Mujiaman yang akan membawa hasil Pilkada 2020 ke Mahkamah Konstitusi (MK). ErJi siap mengikuti mekanisme yang berlaku.

"Kami akan ikuti mekanisme hukumnya. Prinsipnya, kami pasrahkan kepada tim hukum pemenangan kami, juga dari PDI Perjuangan dan partai pendukung," kata Eri Cahyadi di Surabaya, Jumat (18/11/2020).

Armuji menambahkan hal senada. "Kami menghormati apa pun yang menjadi rencana mereka," kata Armuji dikonfirmasi terpisah. 

Armuji lantas menyinggung selisih persentase suara yang semestinya menjadi acuan melakukan gugatan.

Hal ini mengacu Lampiran V Peraturan MK Nomor 6 Tahun 2020 tentang Beracara Dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

Baca juga: Menang di Rekap KPU, Eri Cahyadi: Terimakasih Warga Surabaya, Mari Bekerjasama Bangun Kota Pahlawan!

Baca juga: Menangi Pilkada Tuban 2020, Partai Demokrat: Membangun Daerah Tak Bisa Sendiri, Semua Harus Terlibat

Peraturan ini adalah turunan dari UU terkait. Regulasi ini mengatur syarat selisih suara yang bisa digugat ke MK.

Ada beberapa kategori. Surabaya, misalnya, dengan jumlah penduduk di atas satu juta jiwa, maka selisih perolehan suara paling banyak sebesar 0,5 persen dari total suara sah untuk bisa mendaftarkan perkara ke MK.

Sedangkan di Surabaya, selisih suara antara Eri Cahyadi-Armuji (ErJi) dengan Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) mencapai 145.746 suara (13,89 persen). Rinciannya, ErJi unggul dengan 597.540 suara (56,94 persen) dan Maju mendapat 451.794 suara (43,05 persen)

"Kita bisa lihat, dari selisihnya saja sangat tebal. Namun, kami tak menghalang-halangi," katanya.

Armuji lantas mencontohkan sejumlah politisi yang berbesar hati mengakui keunggulan lawan. Misalnya, saat partainya mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Soekarno di Pemilihan Gubernur Jatim tahun 2018.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved