Breaking News:

Tanggul Jebol, 500 Hektar Tanaman Padi di Lamongan Terendam Luberan Air

Seluas 500 hektar lahan pertanian di Lamongan terendam luberan air waduk dan jebolnya sejumlah titik tanggul di 4 kecamatan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Pipin Tri Anjani
SURYA/Hanif Manshuri
BPBD Lamongan dibantu warga menanggulangi tanggul jebol yang luberan airnya mengancam keselamatan ratusan hektare tanaman padi, Senin (21/12/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Seluas 500 hektar lahan pertanian di Lamongan terendam luberan air waduk dan jebolnya sejumlah titik tanggul di 4 kecamatan.

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menunjukkan, sungai dan waduk meluber  di antaranya, di Desa Kedungrejo, Sambungrejo, Sidomulyo di Kecamatan Modo, Desa Jatidrojog, Gunungrejo dan Desa Sidodadi di Kecamatan Kedungpring.

Selain itu, ada juga luberan yang terjadi di Desa Latukan Kecamatan Karanggeneng.

"Luberan ini selain karena dari waduk, juga dari sungai  yang tidak sanggup menampung tingginya curah hujan," kata Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin pada wartawan, Senin (21/12/2020). 

Tanggul yang jebol berada di Desa Pomahan Janggan Kecamatan Turi dan di Desa Gampang Sejati di Kecamatan Laren.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kediri Melonjak, Penutupan Ruas Jalan Kawasan Physical Distancing Diperbanyak

Baca juga: Cekcok Masalah Karapan Kelinci, Warga Pamekasan Dianiaya Rekan Seprofesinya Pakai Celurit

Di Desa Pomahan Janggan, tanggul yang jebol adalah tanggul Sungai Plalangan yang jebol sepanjang 15 meter, sementara untuk di Desa Gampang Sejati adalah tanggul kali desa yang jebol di 3 titik dengan masing-masing titik sepanjang 5 meter. 

Hujan deras pada beberapa hari terakhir ditambah derasnya debit air juga mengakibatkan jebolnya tanggul kali persawahan.

Luberan air meluas  hingga ke area persawahan. Setidaknya ada sekitar 500 hektar lahan pertanian yang terdampak dan 90 hektar lahan areal tambak. 

Untuk semua tanggul yang jebol ini, BPBD  telah mendistribusikan bantuan sejumlah peralatan untuk menanggulangi tanggul ini. Dantaranya berupa, ratusan lembar gedeg, ribuan sak untuk pasir dan juga terpal. 

Pihaknya, kata Muslimin,  masih  memantau luberan air dan tanggul yang jebol. Dan masyarakat diminta  tetap mewaspadai musim hujan tahun, yang menurut prakiraan BMKG curah hujannya jauh lebih tinggi. (SURYA/Hanif Manshuri)

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved