Breaking News:

Bupati Nganjuk Wajibkan Toko Modern Pasarkan Produk Lokal UMKM Jika Tak Ingin Operasionalnya Distop

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat wajibkan toko modern ikut pasarkan produk lokal UMKM jika tak ingin operasionalnya dihentikan.

TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat memberikan pembinaan kepada perwakilan pedagang pasar tradisional di Kabupaten Nganjuk, Rabu (16/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat, akan mencabut izin operasional toko modern apabila tidak bersedia memasarkan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) asli Kabupaten Nganjuk.

Kebijakan ini diambil sebagai upaya Pemkab Nganjuk mendorong pemasaran produk lokal asli Nganjuk untuk bisa dikenal masyarakat atau pembeli di toko modern.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, selain untuk memperkenalkan dan memasarkan produk asli Kabupaten Nganjuk, mewajibkan toko modern untuk ikut memasarkan produk UMKM juga sebagai langkah Pemkab Nganjuk meningkatkan omzet UMKM.

UMKM di Kabupaten Nganjuk yang jumlahnya mencapai ribuan unit sangat membutuhkan dorongan peningkatan usaha.

"Untuk itulah, kebijakan mewajibkan setiap toko modern yang beroperasi di Kabupaten Nganjuk sebagai langkah mendorong pertumbuhan UMKM. Bila ada toko modern menolak memasarkan produk UMKM asli Nganjuk, maka sanksi siap kami berikan," kata Novi Rahman Hidhayat, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Cegah Covid-19, PKK Nganjuk Peringati Hari Ibu dengan Gelar Rapid Test Gratis untuk Perempuan

Baca juga: Langkah Pemkab Nganjuk dalam Sektor Industri-Pariwisata Sejalan dengan Kemenko Maritim dan Investasi

Dijelaskan Novi Rahman Hidhayat, sekarang ini keberadaan toko modern di Kabupaten Nganjuk cukup banyak.

Mereka berdiri dan tersebar di berbagai wilayah.

Keberadaan toko modern juga menjadi ancaman dari toko tradisional dan pasar tradisional.

"Makanya, kami melakukan penataan sedemikian rupa terhadap perizinan toko modern agar tidak mematikan toko tradisional ataupun pasar tradisional," ucap Novi Rahman Hidhayat.

Memang, dikatakan Novi Rahman Hidhayat, Pemkab Nganjuk melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus berupaya mendorong pengelola pasar tradisional untuk melakukan pembenahan.

Baca juga: Serapan Anggaran Belum Maksimal, OPD Kabupaten Nganjuk Diingatkan Agar Mengelola Sesuai Aturan

Baca juga: Dua Tugu Pancasila Dibongkar, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Panggil Wali Kota dan Anggota Dewan

Kondisi pasar tradisional yang bersih dan sehat dengan lampu penerangan yang cukup terang harus bisa diwujudkan. Ini dikarenakan pembeli akan merasa nyaman dan aman apabila berbelanja di pasar tradisional yang sehat dan bersih, serta dilengkapi lampu penerangan yang optimal.

"Dengan mengelola pasar yang bersih dan sehat serta terang tersebut kami yakin pasar tradisional akan dapat bersaing dengan toko modern ataupun pasar modern," tutur Novi Rahman Hidhayat.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved