Breaking News:

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jember Larang Kerumunan Orang Rayakan Pergantian Tahun  

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jember melarang keramaian di perayaan Malam Tahun 2021 karena berpotensi mengundang kerumunan orang

Instagram
Ilustrasi perayaan tahun baru di Jember 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jember melarang keramaian di perayaan Malam Tahun Baru 2021 karena berpotensi mengundang kerumunan orang.

Bupati Jember Faida telah mengeluarkan surat edaran terkait antisipasi penyebaran Virus Corona pada perayaan ibadah Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Dalam surat edaran tersebut, bupati menegaskan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember tidak akan memberikan izin keramaian yang berpotensi mengundang kerumunan dalam rangka perayaan pergantian tahun 2020 ke 2021.

"Iya, bupati Jember telah mengeluarkan surat edaran terkait antisipassi penyebaran Virus Corona di perayaan Natal, juga perayaan pergantian tahun," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jember Gatot Triyono, Selasa (22/12/2020).

Baca juga: Armuji Turut Senang Risma Jadi Mensos: Arek Surabaya Sangat Bergembira!

SE itu ditandatangani bupati per 18 Desember. Namun baru Selasa (22/12/2020), pihak Satgas Penanganan Covid-19 mendistribusikan SE itu kepada wartawan.

SE itu, antara lain mengatur, mekanisme peribadatan Natal 2020, juga perayaan Tahun Baru 2021.

Satgas Penanganan Covid-19 menyarankan peribadatan Natal dilakukan secara daring. "Untuk peribadatan Natal disarankan digelar secara daring. Namun tidak tetap melakukan peribadatan tatap muka di gereja, maka jumlah jemaat dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan, dan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat," lanjut Gatot.

Terkait perayaan Tahun Baru 2021, masyarakat dilarang menyelenggarakan perayaan yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang baik di ruangan terbuka, maupun tertutup seperti lokasi wisata, hotel, kafe, juga fasilitas umum lainnya.

SE itu juga mengatur, jika pengelola tempat wisata baik wisata alam maupun wisata buatan beroperasi, agar menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan mengatur sirkulasi pengunjung. Satgas juga meminta ada pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50 persendari kapasitas tempat usaha, serta jam buka maksimal sampai pukul 21.00 Wib.

Sementara untuk pasar modern, tempat hiburan, restoran, dan pusat kegiatan perekonomian lainnya tetap boleh buka dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat, dan mengatur sirkulasi pengunjung, juga ada pembatasan jumlah pengunjung, dan jam operasional hingga pukul 22.00 Wib.

"Untuk menunjang pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat, tim Satgas bisa menghentikan pelaksanaan kegiatan yang menimbulkan kerumunan," tegas Gatot.

Sementara itu, Wakapolres Jember Kompol Windy Syafutra menegaskan, pihaknya bersama Satgas Penanganan Covid-19 akan membubarkan kerumunan warga di perayaan Tahun Baru mendatang.

"Karena memang tidak boleh. Karenanya, kami imbau kepada masyarakat sebaiknya tidak usah merayakan pergantian tahun secara ramai-ramai dan berkerumun. Bisa di rumah saja," tegasnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved