Breaking News:

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Satgas Covid-19 Nganjuk Perketat Pengawasan Jalur Lintas Wilayah

Operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan cegah penyebaran virus Corona digelar di jalan raya antar wilayah di Kabupaten Nganjuk.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tim Satgas Covid-19 dari Polsek Wilangan Polres Nganjuk bersama Forpimcam Wilangan Nganjuk melakukan opeasi yustisi penegakan disiplin Prokes di jalan raya Nganjuk. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan cegah penyebaran virus Corona digelar di jalan raya antar wilayah di Kabupaten Nganjuk.

Hal itu dilakukan dalam upaya mewaspadai masuknya warga dari wilayah lain yang terkonfirmasi positif Corona jelang libur Tahun Baru 2021.

Kapolsek Patianrowo Polres Nganjuk, AKP Joni Suprapto mengatakan, kegiatan operasi yustisi digelar di jalan raya Nganjuk - Jombang tersebut dimaksudkan agar warga selalu mematuhi protokol kesehatan.

Ini setelah jumlah kasus positif Corona di Kabupaten Nganjuk terus mengalami peningkatan hingga saat ini.

"Warga harus terus menerus diingatkan untuk selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan atau gerakan 3M agar mereka terhindar dari Covid-19, tak terkecuali warga yang melintas antar wilayah," kata Joni Suprapto, Jumat (25/12/2020).

Baca juga: Kasus Positif Corona di Kabupaten Nganjuk Tembus 1005 Kasus, Klaster Keluarga Dominasi Penularan

Baca juga: Bupati Nganjuk Keluarkan Surat Edaran Pengendalian Covid-19, Tutup Sejumlah Tempat Wisata Saat Libur

Dijelaskan Joni Suprapto, operasi yustisi yang dilakukan oleh tim gabungan Polsek Patianrowo bersama TNI dan Forpimcam Patianrowo tersebut selain melakukan sosialisasi dan edukasi juga melakukan penegakan disiplin.

Mereka yang terjaring operasi yustisi melanggar prokes dengan tidak memakai masker ketika diluar rumah langsung diberikan tindakan sanksi teguran peringatan lesan dan tertulis. Bahkan juga ada pelanggar yang dikenakan sanksi push up dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

"Yang jelas, langkah pemberian sanksi terhadap warga pelanggar prokes dimaksudkan agar mereka lebih patuh dan mengerti akan bahaya Covid-19 bagi kesehatan sehingga selalu mematuhi prokes agar tidak tertular," ucap Joni Suprapto.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, terus melejitnya jumlah kasus positif Corona di Kabupaten Nganjuk membuat satgas bekerja lebih ekstra sekarang ini. Gerakan pencegahan dan menghidupkan kembali serta memaksimalkan kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 hingga ke tingkat desa semakin diintensifkan.

Baca juga: Maksimalkan Kinerja, ASN Pemkab Nganjuk Digembleng Jalankan Pekerjaan Berbasis Aplikasi E-Kinerja

"Yang pasti, kami mengajak semua lembaga dan elemen masyarakat bersama-bersama melakukan pencegahan penyebaran virus Corona. Ini dikarenakan virus Corona itu nyata ada dan saat ini penyebaranya meningkat dengan risiko hingga menyebabkan kematian," kata Marhaen Djumadi.

Di Kabupaten Nganjuk, tambah Marhaen Djumadi, jumlah kasus positif Corona telah mencapai 1.025 kasus. Ini setelah adanya tambahan 20 kasus baru positif Corona hingga sekarang.

Dimana tiga orang diantaranya meninggal dunia.

"Melihat perkembangan kasus positif Corona tersebut saat ini tim Satgas berupaya maksimal melakukan upaya pengendalian dengan membawa warga positif Corona menjalani isolasi dan perawatan di RS darurat ataupun RS rujukan di Kabupaten Nganjuk. Hal itu sesuai instruksi Bapak Bupati yang melarang isolasi mandiri," tutur Marhaen Djumadi. (SURYA/Achmad Amru Muiz)

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved