Pecandu Narkotika yang Jalani Rehabilitasi di BNN Kota Kediri Turun Drastis, Tersisa Belasan Orang

Pecandu narkotika yang jalani rehabilitasi di BNN Kota Kediri turun drastis, tahun 2020 ini tersisa belasan orang.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri, Senin (28/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pecandu narkotika yang menjalani rehabilitasi di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri dalam lima tahun terakhir terus mengalami penurunan.

Jika pada 2015 pecandu yang direhabilitasi mencapai ratusan orang, tahun ini hanya tersisa belasan orang.

Kasi Rehabilitasi BNN Kota Kediri, Ida, menyebutkan, tahun ini hanya ada 11 pecandu yang mendapatkan pendampingan dari petugas BNN.

"Tahun ini masyarakat yang datang untuk menjalani rehabilitasi di BNN Kota Kediri ada 11. Semua berjenis kelamin laki-laki," ungkapnya, Senin (28/12/2020).

Sementara pekerjaan pecandu ada satu berstatus mahasiswa dan 10 wiraswasta. Usia terbanyak rentang antara 25 sampai 39.

Baca juga: Balai Kelurahan Kota Kediri Disiapkan Jadi Tempat Karantina Pendatang Tanpa Hasil Rapid Test Antigen

Baca juga: Sejumlah Pekerjaan Fisik Senilai Rp 16 M di Kota Blitar Selesai Jelang Akhir Tahun 2020

Sedangkan jenis zat yang dikonsumsi terbanyak sabu-sabu 6 orang, 4 orang pecandu pil dobel L, serta satu orang pecandu ganja.

"Sampai sekarang 10 orang sudah selesai menjalani rehabilitasi terus dilakukan pemantauan dan satu pecandu masih proses," jelasnya.

Petugas masih terus melakukan pemantauan perkembangannya. Karena pemantauan untuk pecandu akan terus berlanjut melalui program pascarehab selesai.

Baca juga: Anggota DPRD Kabupaten Kediri dan Dinas Perlindungan Anak Jenguk Korban Diduga Kekerasan Verbal

Baca juga: PKS Tulungagung Gelar Musda Online, Langsung Tancap Gas Kejar Target Buat Fraksi Sendiri

"Tahun 2021 akan terus dipantau orang yang menjalani rehab, karena ada program pascarehab. Sehingga para pecandu terus mendapatkan pendampingan dari petugas," jelasnya.

Sementara data di Kantor BNN Kota Kediri hasil rekapitulasi pendampingan rehabilitasi pecandu narkotika sempat membeludak saat Kantor BNN Kota Kediri mulai dibuka.

Tercatat pecandu yang mendapatkan pendampingan pada 2015 sebanyak 558 orang, rinciannya 380 pria dan 178 perempuan.

Baca juga: Harga Tiket Masuk Wisata Gua Selomangleng, Situs Sejarah dan Ikon Kediri, Dulu Pertapaan Putri Raja

Baca juga: Antisipasi Kerumunan Perayaan Tahun Baru di Trenggalek, Petugas Bersiaga di Pusat Keramaian & Wisata

Mayoritas ratusan pecandu tersebut kecanduan narkotika jenis pil dobel L dan sabu-sabu.

Tahun 2016 pecandu yang mendapatkan pendampingan sebanyak 29 pecandu, 2017 ada 25 pecandu, 2018 tercatat 30 pecandu, dan 2019 ada 17 orang pecandu.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved