Breaking News:

Harga Kedelai di Sidoarjo Mulai Turun

Harga kedelai mulai turun. Di Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, per hari ini (Kamis 7/1/2021), turun menjadi Rp 8.500 per kilogram.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Diskopindag Kota Malang saat meninjau harga kedelai di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang dan di sentra industri tempe sanan, Senin (4/1). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Harga kedelai mulai turun. Di Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, per hari ini (Kamis 7/1/2021), turun menjadi Rp 8.500 per kilogram.

Ada penurunan sampai Rp 1.000 perkilo karena sebelumnya mencapai Rp 9.500 perkilo.

Demikian disampaikan Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono usai melihat pembangunan pabrik pengeringan jagung dan kedelai di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Kamis, (7/1/2021).

Menurutnya, turunnya harga kedelai ini bisa terjadi karena sudah ada kesepakatan antara importir dengan produsen tahu dan tempe yang tergabung dalam Gakoptindo (gabungan koperasi produsen tahu tempe Indonesia).

Melalui Surat Edaran (SE) kementerian pertanian harga kedelai dari importir disepakati dijual ke Gakoptindo 8.500 perkilogram. Upaya yang dilakukan pemerintah pusat melalui kementerian pertanian ini sebagai langkah darurat untuk melakukan stabilisasi harga kedelai.

“Artinya, upaya pemerintah dalam mengatasi kenaikan komoditas bahan baku tahu tempe yang jadi konsumsi harian masyarakat sudah terlihat hasilnya," lanjut Cak Hud, panggilan Hudiyono kepada TribunJatim.com.

Baca juga: CERMATI Syarat WhatsApp Wajibkan Pengguna Berikan Data ke Facebook atau Hapus Akun, Mulai 8 Februari

Baca juga: DAFTAR Daerah di Jawa-Bali yang Diberlakukan PSBB Kembali, Tempatmu Aman? Aturan Kini Sedikit Beda

Baca juga: Jadwal Final Piala Liga Inggris - Tottenham Vs Manchester City, Adu Strategi Mourinho dan Guardiola

Pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Jatim dan pemerintah pusat. Karena jumlah produsen tahu dan tempe di Sidoarjo sangat tinggi. Setiap bulan jumlah pasokan kedelai yang dibutuhkan produsen di Sidoarjo tidak kurang dari 15 ribu ton kedelai.

Dengan jumlah yang besar itu, jika terjadi gangguan produksi, imbasnya bukan saja produsen saja tapi langsung ke masyarakat. Tidak terkecuali para pedagang eceran yang selama ini bergantung dari jualan tahu dan tempe di pasar - pasar tradisional.

Terkait kunjungannya ke pembangunan pabrik pengeringan jagung dan kedelai di Desa Tropodo, Hudiyono menyebut bahwa keberadaan pabrik tersebut akan mampu meningkatkan harga jagung para petani.

Pemkab Sidoarjo akan mensupport berdirinya pabrik semacam ini.

“Izin akan diberikan untuk dapat beroperasi. Diperkirakan bulan depan sudah beroperasi. Kapasitasnya 100 ton perhari. Jagung maupun kedelai dari petani Sidoarjo dapat ditampung disini,” katanya kepada TribunJatim.com.

Cak Hud berharap, berdirinya pabrik seperti ini dapat menjadi pertumbuhan ekonomi baru Sidoarjo. Tenaga kerja dapat terserap. Dengan kapasitas ratusan ton, dirinya yakin pabrik seperti ini mampu menampun jagung maupun kedelai petani Sidoarjo.

Herison, penanggung jawab pabrik itu mengatakan bahwa pabrik didirikan di atas lahan seluas 2,5 hektar. Pabriknya akan menampung jagung dari para petani Sidoarjo. Diharapkan dengan berdirinya pabrik ini akan membantu perekonomian petani di Sidoarjo.

“Semoga bisa secepatnya beroperasi. Kami rencanakan Februari besok sudah bisa produksi. Dan semoga semua berjalan sesuai rencana,” katanya.(ufi/Tribunjatim.com)

Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved