Breaking News:

Penanganan Covid

Jelang Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Jawa Timur, Fasyankes Wajib Sediakan Alat Anafilaktif

Jelang simulasi vaksinasi Covid-19 di Jawa Timur, fasyankes diwajibkan sediakan alat anafilaktif untuk mengantisipasi dampak fatal, seperti sesak.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
77.760 vaksin Covid-19 tiba di Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur disimpan dan dijaga di ruangan dingin, Senin (4/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Persiapan vaksinasi Covid-19 di Jawa Timur yang rencananya akan dilakukan pada 14 Januari 2021 terus dimatangkan.

Sebab setelah pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dilakukan di tingkat provinsi, maka berikutnya di setiap kabupaten/kota juga akan melakukan vaksinasi. 

Untuk itu, Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi mengatakan pada Senin 11 Januari 2021 besok, RSUD dr Soetomo Surabaya akan menggelar simulasi vaksinasi Covid-19.

Hal ini dilakukan untuk persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pertama Jawa Timur yang akan dilakukan pada 14 Januari 2021 di RSUD dr Soetomo Surabaya

"Senin kita akan simulasi vaksinasi di RSUD dr Soetomo. Dan kami dalam rakor kemarin juga sampaikan pada pemkab dan pemkot untuk menunjuk rumah sakit mana di daerahnya yang akan dilakukan simulasi. Karena dengan melakukan simulasi, akan tahu apa yang kurang," tegasnya, Sabtu (9/1/2021).

Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Sebut Vaksinasi Covid-19 Mulai Pekan Depan, Pemprov Akan Gelar Rakor Khusus

Baca juga: New Man Kembali Beraksi, Ingatkan Pengunjung Kawasan Kuliner Surabaya Barat Patuh Protokol Kesehatan

Tidak hanya itu, Joni Wahyuhadi juga menegaskan, setiap fasyankes yang melakukan imunisasi vaksin Covid-19 harus teliti dalam menyiapkan sarana dan prasarana. Khususnya guna mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). 

"Harus dipersiapkan betul. Setiap pelayanan fasyankes yang melaksanakan vaksinasi harus menyediakan alat anafilaktif. Untuk mengantisipasi dampak fatal, seperti sesak," kata Joni Wahyuhadi

Itu sebabnya setiap orang yang akan divaksin akan dilakukan prosedur lebih dulu. Mulai dari cek identititas dan verifikasi, juga lembar kebersediaan divaksin. Negara ingin agar vaksinasi dilakukan oleh sasaran dengan sukarela. 

Tidak hanya itu, setiap fasyankes juga diwajibkan untuk menyediakan ruang observasi pasca disuntik vaksin Covid-19.

Baca juga: Ruas Pintu Masuk Surabaya Disekat, Tempat Hiburan dan Warkop Tak Boleh Beroperasi Lebihi Aturan

Baca juga: UPDATE PSBB Jawa-Bali, Simak Aturan Baru Perjalanan Dalam Negeri 9-25 Januari, Lihat Sanksinya

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved