Virus Corona di Bangkalan

Selama Tiga Hari, Pasien Positif Covid-19 di Bangkalan Bertambah 80 Orang

Terhitung mulai Rabu (13/1/2021) hingga Jumat (15/1/2021), tambahan positif di Bangkalan terkonfirmasi menyentuh angka 80 orang.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Pipin Tri Anjani
SURYA/Ahmad Faisol
Personel gabungan TNI/Polri dan Satpol PP Kabupaten Bangkalan menindak pengendara karena tidak menggunakan masker dalam gelar Operasi Yustisi di depan Mapolres Bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Upaya pendisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan kepada masyarakat terus digalang personel gabungan TNI/Polri dan Satpol PP Kabupaten Bangkalan melalui sosialisasi dan edukasi.

Seperti yang nampak dalam gelar operasi yustisi di depan Mapolres Bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta, Jumat (15/1/2021).

Dalam kesempatan tersebut, terjaring sebanyak 10 pengendara yang kedapatan tidak menggunakan masker.

Dari jumlah itu, 3 pelanggar protokol kesehatan memilih sanksi administratif, 3 orang memilih sanksi sosial, dan 4 pelanggar lainnya  mendapatkan teguran lisan.

Kasat Sabhara Polres Bangkalan sekaligus Perwira Pengendali dalam Operadi Yustisi, AKP Harifi K mengungkapkan, pihaknya akan terus menggelar operasi  sebagai upaya menekan munculnya klaster-klaster baru penyebaran Covid-19.

Baca juga: Selama Tiga Hari, 105 Pasien Positif Covid-19 di Kota Blitar Dinyatakan Sembuh

Baca juga: Zona Merah Covid-19, Tempat Umum di Nganjuk Kembali Menjadi Target Operasi Yustisi Disiplin Prokes

"Apalagi kondisi saat ini sudah ada zona merah di Bangkalan. Kami upayakan kembali ke Zona Orange," ungkap Harifi kepada Surya.

Update Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan dalam tiga hari terakhir menunjukkan penambahan pasien positif terkonfirmasi.

Terhitung mulai Rabu (13/1/2021) hingga Jumat (15/1/2021), tambahan positif terkonfirmasi menyentuh angka 80 orang.

Total jumlah pasien positif Covud-19 di Kabupaten Bangkalan saat ini mencapai 1.246 orang atau bertambah 38 orang dari sehari sebelumnya.

Dari 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan, status  Kecamatan Burneh berubah Zona Merah atau beresiko tinggi penyebaran Covid-19.

"Klaster perkantoran meningkat. Penekanan Bapak Kapolres untuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa tetap dilarang," pungkasnya.

Baca juga: Ariel NOAH Mulai Rasakan Efek Samping, 6 Jam setelah Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac: Baru Terasa

Baca juga: Seusai Divaksin Covid-19, Kepala BPJS Kesehatan Surabaya: Masyarakat Tak Perlu Takut, Halal dan Aman

Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto menegaskan, gelar resepsi pernikahan tetap diperbolehkan dengan catatan mematuhi protokol kesehatan sesuai Surat Edaran Bupati Bangkalan.

"Yang tidak diperbolehkan itu adalah resepsi pernikahan dengan gelaran panggung hiburan karena mengundang kerumunan massa," tegasnya.

Resepsi pernikahan pun, lanjut Didik, diatur jamnya agar tidak menciptakan kerumunan dan di bawah pengawasan Gugus Tugas Covid-19.

"Kasihan masyarakat jika gelar resepsi tidak boleh. Kami hanya melarang yang ada tanggapan orkesnya," pungkas mantan Kapolres Pacitan itu. (SURYA/Ahmad Faisol)

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved