Breaking News:

Pemkot Batu Tawarkan Relokasi bagi Warga Terdampak Longsor di Dusun Brau

Pemerintah Kota Batu menawarkan relokasi kepada masyarakat yang rumahnya terdampak maupun berpotensi terdampak bencana alam longsor di Dusun Brau

TribunJatim.com/ Beni Indo
Longsor di Brau, Kota Batu 

Musibah longsor memang rawan terjadi di Kota Batu yang memiliki topografi wilayah berkontur perbukitan. 

Peristiwa yang disebabkan terjadinya pergerakan tanah ini kerap melanda saat musim penghujan datang.

BPBD Batu mencatat ada 114 bencana alam di Kota Batu sepanjang 2020. Lebih dari setengahnya adalah bencana alam tanah longsor, mulai dari intensitas ringan hingga berat. Pendirian bangunan rumah hunian sangat beresiko ketika didirikan di tepi tebing terjal. 

Hal ini merupakan salah satu faktor pemicu tanah longsor yang dapat mengancam keselamatan nyawa.

Upaya mitigasi untuk mengantisipasi terjadinya longsor terus dilakukan. Gerakan penghijauan di lereng-lereng gundul perlu dilakukan untuk menahan erosi tanah. Untuk itu, Dewanti meminta segera dilakukan penanaman rumput Vetiver yang memiliki akar cukup panjang.

Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan, bunyi alarm dari EWS terdengar sejak awal Januari lalu. Namun warga setempat mengira jika alat tersebut rusak. 

Warga tidak melihat pergerakan tanah di bagian permukaan. Padahal di dalam tanah, pergerakan itu terjadi.

"Jadi jika ada sinyal dari EWS itu selayaknya para warga agar lebih waspada. Pergerakan tanah terbaca dari lapisan bagian bawah,” kata dia. (Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved