Breaking News:

Sepekan Lebih Diterapkan, PPKM Mampu Turunkan 13 Persen Mobilitas Warga Jawa Timur

Setelah sepekan lebih diterapkan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM mampu turunkan 13 persen mobilitas warga Jawa Timur.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Satpol PP Kota Malang saat melakukan operasi yustisi ke sejumlah warung makan di Kota Malang saat PPKM, Rabu (13/1/2021). 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah sepekan lebih Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Jawa Timur dilakukan, ternyata cukup membawa pengaruh dalam menurunkan mobilitas masyarakat di Jawa Timur.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Jawa Timur, total selama dilakukan PPKM, mobilitas masyarakat menurun sebanyak 13 persen. 

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Tim Ahli Satgas Covid-19 Jawa Timur, Makhyan Jibril Al Faraby pada TribunJatim.com, Selasa (19/1/2021).

Ia mengatakan, PPKM menjadi salah satu sarana mengurangi mobilitas masyarakat guna menekan penyebaran Covid-19 (virus Corona).

"Untuk mobilitas memang ada penurunan. Sekitar 13 persen untuk Jawa Timur. Ini menjadi pertanda bahwa PPKM memang membuat masyarakat mengurangi mobilitasnya," kata Makhyan Jibril Al Faraby.

Baca juga: Ponorogo Masuk Zona Merah Covid-19, Kadinkes Sebut Penularan Klaster Keluarga Tinggi

Baca juga: UPDATE CORONA di Kota Madiun Selasa 19 Januari 2021, PPKM Diterapkan, Terjadi Penambahan 30 Kasus

Ia menegaskan, dalam hal penyebaran virus Corona, yang membawa adalah manusia. Sehingga jika ingin membatasi penyebaran virus, maka yang harus dibatasi adalah manusianya.

Lebih lanjut, dari data yang dikantongi Satgas Covid-19, yang merupakan evaluasi penanggulangan Covid-19 dari pemerintah pusat, disampaikan bahwa selama ini di Jawa Timur terdapat penurunan dalam jumlah operasi perubahan perilaku. Perilaku memakai masker dan juga menjaga jarak di Jawa Timur khususnya yang tengah PPKM stagnan.

"Dari data, operasi perubahan perilaku belum merata dan masif, kemudian trennya jumlah orang yang dipantau di Pasuruan, Kabupaten Blitar, Magetan, Kota Blitar berada di titik terendah," ucap Jibril.

Baca juga: Selama PPKM, Gubernur Khofifah Perintahkan Kepala Daerah se-Jawa Timur Tingkatkan Operasi Yustisi

Baca juga: Ribuan Tenaga Kesehatan di Surabaya Telah Disuntik Vaksin Covid-19, Jumlahnya Akan Terus Bertambah

Sebagaimana diketahui, di Jawa Timur ada sebanyak 15 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM.

Yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Blitar, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Nganjuk serta Kabupaten Kediri.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan, dengan PPKM ini, besar harapannya bisa mengurangi penyebaran Covid-19 di 15 wilayah tersebut.

Untuk itu, Khofifah mengajak semua pihak termasuk masyarakat untuk ikut mematuhi pelaksanaan PPKM.

Baca juga: Cosplay Optimus Prime dan Bumblebee Turun ke Jalan Kepanjen, Sosialisai Vaksin Covid-19 Aman Halal

Baca juga: Sosok Ribka Tjiptaning, Politisi yang Ragukan Vaksin Covid-19, Pernah Disanksi Soal Ayat Tembakau

Dengan kerja sama semua pihak, ia berharap penyebaran Covid-19 dapat terus ditekan sehingga kegiatan masyarakat, termasuk pemulihan ekonomi dapat berjalan maksimal.

“Meningkatnya kasus Covid-19 ini salah satunya disebabkan peningkatan mobilitas manusia. Padahal, penurunan mobilitas akan sangat berpengaruh terhadap proses penularan Covid-19." terangnya.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved