Breaking News:

Penanganan Covid

Bupati Tuban Fathul Huda Jelaskan Aturan PPKM di Tuban, Batasan di Tempat Kerja Hingga Objek Wisata

Bupati Tuban Fathul Huda menjelaskan sejumlah aturan pada penerapan PPKM di Tuban, pembatasan di tempat kerja hingga objek wisata.

TRIBUNJATIM.COM/M SUDARSONO
Bupati Tuban, Fathul Huda saat sambutan sebelum proses vaksinasi Covid-19 di pendopo, Rabu (27/1/2021). 

Reporter: Mochamad Sudarsono | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Kabupaten Tuban masuk dalam daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sebagaimana Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/34/KPTS/013/2021 tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Bupati Tuban, Fathul Huda mengeluarkan surat edaran terkait aturan PPKM di Tuban pada Selasa (26/1/2021). 

Di antaranya membatasi tempat kerja dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 75 persen, dan work form office (WFO) sebesar 25 persen.

Kegiatan belajar mengajar mulai TK hingga SMA/MA dilakukan secara daring atau online. Lalu bidang kesehatan, energi, perbankan, hotel, konstruksi, pelayanan dasar, industri, objek vital nasional, kebutuhan sehari-hari (pokok) tetap beroperasi 100 persen.

Usaha restoran dan sejenisnya yang melayani makan atau minum di tempat dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas tempat maksimal sampai pukul 21.00 WIB.

Sedangkan, pelayanan makanan atau minuman melalui pesan antar dan dibawa pulang diizinkan sesuai operasional restoran.

Baca juga: Bupati dan Wakilnya Tak Masuk Daftar Vaksinasi Covid-19 Perdana di Tuban, Ini 15 Penerimanya

Baca juga: Banjir di Bojonegoro, 1.542 Rumah Terdampak, Sawah Terendam, Jembatan Jatiblimbing Terputus

Untuk supermarket dibatasi hingga pukul 20.00 WIB, dengan menempatkan petugas secara mandiri serta menerapkan protokol kesehatan.

Operasional objek wisata dilakukan dengan membatasi pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas obyek wisata, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan bagi pengelola maupun pengunjung.

Kegiatan di tempat ibadah dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas maksimal. Kemudian untuk pelaksanaan kegiatan hajatan, seni, budaya, yang dapat menimbulkan kerumunan diberhentikan sementara.

Halaman
12
Penulis: M Sudarsono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved