Breaking News:

Subsidi Gaji Karyawan Dilanjutkan Tahun 2021? Menaker: Dilihat Bagaimana Kondisi Ekonomi Berikutnya

Tahun kemarin, subdisi gaji diberikan selama empat bulan, masing-masing Rp 600 ribu per bulan. Mengapa tahun 2021 ini tidak dilanjutkan?

Editor: Ficca Ayu Saraswaty
Dokumentasi Humas Kementerian Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan belum bisa memastikan penyaluran bantuan subsidi gaji pada tahun ini akan berlanjut. 

Editor: Ficca Ayu Saraswaty

TRIBUNJATIM.COM - Berikut ini penjelasan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengapa subsidi gaji karyawan tidak dilanjutkan tahun 2021.

Seperti diketahui, subsidi gaji karyawan yang pada tahun kemarin disambut antusias.

Di mana tahun kemarin, subdisi gaji diberikan selama empat bulan, masing-masing Rp 600 ribu per bulan.

Namun, sayangnya tahun ini subsidi gaji karyawan tampaknya tak dilanjutkan.

Hal ini dikarenakan bantuan tersebut tidak ada alokasinya dalam APBN 2021.

Saat kunjungan kerja ke Medan, Minggu (31/1/2021), Ida Fauziyah menjelaskan, dana BLT subsidi gaji atau bantuan subsidi upah (BSU) tahun ini tidak ada alokasinya dalam APBN 2021.

"Sementara, memang di APBN 2021 BSU tidak dialokasikan. Nanti dilihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya," ujar Ida Fauziyah saat kunjungan kerja di Medan seperti dikutip dari Antara, Minggu (31/1/2021).

Baca juga: Jadi Sopir Ambulance Covid-19 hingga Wujudkan DSA, 2 Sosok Ini Diapresiasi Satu Indonesia 2020

Baca juga: Harlah NU ke-95, Mantan Teroris Nasir Abbas Jadi Pembicara di PCNU Sidoarjo, Ceritakan Masa Lalunya

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan sambutan secara virtual dalam peringatan Hari Pekerja Migran Internasional, Jakarta, Jumat (18/12/2020).
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan sambutan secara virtual dalam peringatan Hari Pekerja Migran Internasional, Jakarta, Jumat (18/12/2020). (Dokumentasi Humas Kementerian Ketenagakerjaan)

Beberapa waktu lalu, Ida Fauziyah juga menyampaikan belum bisa memastikan penyaluran bantuan subsidi gaji pada tahun ini akan berlanjut.

Hal ini dia sampaikan kepada jajaran Komisi IX DPR RI, dalam rapat kerja evaluasi program beberapa hari sebelumnya.

Keputusan lanjut atau tidaknya BLT subsidi gaji tergantung dari Menko bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto.

"Untuk APBN tahun 2021, kami memang belum menerima perintah untuk menyalurkan kembali program bantuan subsidi upah. Saya kira, dari kami punya evaluasi dan evaluasi akan kami berikan kepada dikoordinasikan oleh Pak Menko Perekonomian," kata Ida Fauziyah.

Baca juga: Pentingnya Asupan Gizi Seimbang dan Strategi Diet Garam Saat Pandemi Covid-19

Baca juga: Masifkan Tes Swab pada ASN, Pemkab Malang Berencana Pinjam Lebih Banyak Mobil Fast Lab

Lebih lanjut, kata dia, program bantuan subsidi gaji akan kembali terlaksana apabila perekonomian Indonesia masih belum stabil akibat pandemi virus Corona (Covid-19).

"Jika memang kondisi perekonomiannya belum normal kembali, saya kira diskusi kami tentang program evaluasi bisa kita pertimbangkan (BLT subsidi gaji) kembali untuk dilakukan di tahun 2021," ucap dia.

Untuk membantu pekerja di luar pemberian bantuan subsidi upah seperti yang dilakukan di tahun 2020, ujar dia, pemerintah sudah dan terus melakukan berbagai program.

Kata dia, Kemnaker sebagai salah satu kementerian yang memiliki peran sentral dalam mempersiapkan SDM unggul misalnya, selalu berusaha untuk menjalin siinergi dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) .

Sinergi dan koloborasi dengan DUDI misalnya terutama dalam proses pengambilan kebijakan di bidang pelatihan vokasi.

"Salah satu bentuk sinergi dan kolaborasi yang dilakukan adalah seperti penandatanganan MoU kerja sama antara Ditjen Binalattas dan BBPLK Medan dengan para mitra seperti PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), " ungkap Ida Fauziyah.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah hadir dalam kegiatan sosialisasi program pemagangan dan pelatihan vokasi, di Hotel Jombang, Minggu (8/11/2020).
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah hadir dalam kegiatan sosialisasi program pemagangan dan pelatihan vokasi, di Hotel Jombang, Minggu (8/11/2020). (SURYA/MOHAMMAD ROMADONI)

Baca juga: Periksa STNK Pelanggar Lalu Lintas di Tuban, Polisi Malah Temukan Poket Sabu Jatuh ke Aspal

Baca juga: Penyebab Subsidi Gaji Tak Tersalurkan 100 Persen, Menaker Beber Ada 3 Faktor, Cek Data Realisasi

Kerja sama, kata dia, dalam hal pelatihan dan peningkatan kompetensi serta pemagangan dan penempatan kerja bagi calon pekerja dan pekerja.

"Kerja sama ini merupakan langkah yang sangat baik. Perusahaan dan asosiasi juga diuntungkan dengan adanya bantuan untuk meningkatkan kompetensi pekerjanya sehingga sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan," ungkap Ida Fauziyah.

Keuntungan lain, kata dia, adalah perusahaan juga akan mendapatkan peningkatan produktivitas sebagai hasil dari peningkatan kompetensi.

"Bagi pemerintah hal itu merupakan salah satu langkah untuk dapat membantu mengatasi permasalahan pengangguran melalui terserapnya tenaga kerja kompeten," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ia menegaskan, dalam jangka waktu yang panjang, bentuk kolaborasi seperti itu akan menghasilkan multiplier effect yang akan berdampak positif. Baik bagi tenaga kerja, perusahaan dan termasuk pemerintah khususnya dalam menekan angka pengangguran yang meningkat akibat pandemi Covid-19.

(Kompas.com/Muhammad Idris)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BLT Bantuan Subsidi Gaji Cair Tahun Ini? Simak Penjelasan Menaker"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved