Virus Corona di Gresik
PPKM Jawa-Bali di Kabupaten Gresik Dinilai Efektif: Jumlah Masyarakat Terpapar Covid-19 Melandai
PPKM Jawa-Bali di Kabupaten Gresik dinilai efektif. Plt Bupati Mohammad Qosim ungkap buktinya terjadi penurunan jumlah masyarakat terpapar Covid-19.
Penulis: Sugiyono | Editor: Hefty Suud
Reporter: Sugiyono | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Plt Bupati Gresik, Mohammad Qosim menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali di Kabupaten Gresik terbukti efektif.
Hal itu dibuktikan dengan terjadi penurunan jumlah masyarakat yang terpapar virus Corona ( Covid-19 ), Rabu (3/2/2021).
“Alhamdulillah pelaksanaan PPKM Jawa -Bali di Gresik berlangsung efektif. Dari grafik harian, pertambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Gresik terlihat melandai dibandingkan beberapa pekan sebelumnya," kata Qosim, pada rapat yang dihadiri oleh Pj Sekda, pimpinan Forkopimda dan Kepala OPD dan beberapa camat di Ruang Mandala Bakti Praja Pemkab Gresik.
• Vaksinasi Covid-19 Sinovac untuk 7.365 Nakes di Jember Dikebut, Dilakukan Marathon 2 Hari
• RSUD dr Soedono Miliki Gedung Trauma Center dan Intensive Care, Siap Tangani Kateterisasi Jantung
Menurut Qosim, kluster penyebaran Covid-19 paling banyak berasal dari cluster transmisi lokal sebanyak 1,559 kasus.
Kemudian Kecamatan Kebomas urutan kedua dengan 820 kasus, konfrim. Selanjutnya, Kecamatan Gresik sebanyak 557 kasus, disusul Kecamatan Driyorejo 518 kasus dan kecamatan Menganti 509 kasus.
"Kecamatan Manyar merupakan wilayah yang tercatat paling tinggi dalam sebaran kasus positif Covid-19 nya yaitu 885 kasus," imbuhnya.
• Bongkahan Bambu Tersangkut di Jembatan Pasuruan, Air Meluber ke Jalan, Lalu Lintas Sempat Tersendat
• Hujan Deras Guyur Ponorogo, 4 Kecamatan Terendam Banjir, Terparah di Purbosuman dan Surodikraman
Selain sebaran kasus Covid-19, pada rapat evaluasi tersebut Qosim menyampaikan progres perkembangan vaksinasi Sinovac yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Gresik, saat ini sudah mencapai 62 persen.
“Kedepan pelaksanaan vaksinasi tersebut akan terus ditingkatkan, baik dari sisi jumlah fasilitas pelayanan kesehatan. Saat ini sudah 52 pelayanan, akan ditingkatkan menjadi 100 pelayanan. Tenaga vaksinator akan ditingkatkan lagi dari 250 orang saat ini, mendatang menjadi 500 orang,” katanya.
Qosim berharap, meski nantinya PPKM berakhir, namun protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan ketat.
"Harapannya, kami sebagai Pemerintah, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Gresik bisa dikendalikan. Saat ini Cluster sudah terpetakan sampai ke tingkat Desa dan kelurahan," imbuhnya.
Diakhir pertemuan tersebut, Qosim berharap, agar Kampung Tangguh Semeru tetap digalakkan, agar protokol kesehatan di masyarakat tetap terlaksana. Sementara, PPKM tahap dua sampai 8 Februari 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/rapat-evaluasi-pemberlakuan-ppkm-di-kabupaten-gresik.jpg)