Breaking News:

RSUD dr Soedono Miliki Gedung Trauma Center dan Intensive Care, Siap Tangani Kateterisasi Jantung

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Trauma Center dan Intensive Care RSUD dr Soedono Kota Madiun milik Pemprov Jatim, Rabu

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Fatimatuz Zahroh
Gubernur Khofifah resmikan Gedung Trauma Center dan Intensive Care di RSUD dr Soedono 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Trauma Center dan Intensive Care RSUD dr Soedono Kota Madiun milik Pemprov Jatim, Rabu (3/2/2021). Peresmian ini sekaligus menjadi tanda digagasnya pencanangan pusat keunggulan perawatan trauma dan perawatan intensif di RSUD dr Soedono Madiun

"Kita berharap RSUD dr Soedono akan menjadi center of excellent trauma center dan intensive care. Karena kalau RSUD dr Soetomo kita ingin jadi center of excellent dari STEM Cell dan RSUD Saiful Anwar menjadi center of excellent pengobatan penyakit ginjal," kata Khofifah.

Lebih lanjut gedung trauma center dan intensive care yang diresmikan hari ini terdiri dari sembilan lantai. 

Perjuangan Keras Cak Ji Sembuh dari Covid-19 hingga Tak Sabar Donorkan Plasma Konvalesen

Lantai pertama digunakan untuk pelayanan UGD, lantai dua digunakan untuk pelayanan kamar operasi gawar darurat dan catheterization laboratory, kemudian lantai empat dan lima digunakan untuk ruang High Care Unit dengan 45 bed. 

Sedangkan lantai enam digunakan untuk ruang ICU dan ICCU dengan kapasitas 36 bed. Dengan masing-masing ruang ICU dan ICCU memiliki 18 bed. 

"Kita sudah sisir berkali kali, memang harus ada pusat-pusat unggulan. Masing-masing rumah sakit punya keunggulannya. Dan sekarang alhamdulillah sudah jalan semua, semoga upaya ini menjadi penguatan untuk layanan kesehatan di Jatim," tegas Khofifah. 

Sementara itu, Plt Dirut RSUD dr Soedono Madiun Hafidin Ilham mengatakan sebenarnya sebelum pencanangan trauma center dan intensive care ini sudah lama diinginkan dan semua sudah siap di rumah sakit ini. Namun sebelumnya kapasitas tempat tidurnya sangat kurang. 

"Jadi tenaga ahlinya sudah ada, alat-alatnya sudah ada hanya saat itu kapasitas tempat tidurnya untik intensive care hanya enam. Sehingga kami sering menolak pasien rujukan dari rumah sakit kabupaten kota sekitar," kata Ilham. 

Padahal tingkat kebutuhan layanan pasien trauma maupun intensive care di kawasan mataraman terbilang besar. Sehingga diputuskan memang rumah sakit milik Pemprov Jatim ini membutuhkan pengembangan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved