Breaking News:

Gubernur Jatim, Khofifah Imbau Liburan Imlek Tetap Tinggal Di Rumah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau agar warga Jawa Timur mengendalikan diri tidak keluar rumah jika tidak perlu pada libur panjang

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 

Reporter : Fatimatuz zahroh | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau agar warga Jawa Timur mengendalikan diri tidak keluar rumah jika tidak perlu pada libur panjang akhir pekan ini.

Sebagaimana diketahui bahwa ada perayaan Hari Raya Imlek yang jatuh pada Jumat (12/2/2021) mendatang. Dan akan bersambung dengan libur akhir pekan dua hari setelahnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa imbauan tidak bepergian jika tidak mendesak pada saat libur panjang Imlek nanti, penting. Karena adanya libur panjang kerap kali memicu lonjakan pertambahan kasus di Jawa Timur.

"Libur panjang menimbulkan potensi terjadinya lonjakan kasus. Oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap tinggal di rumah kecuali urusan urusan yang sangat penting," tegas Khofifah Indar Parawansa, Kamis (11/2/2021).

Namun, bagi yang merayakan Imlek, Khofifah Indar Parawansa tetap memberikan izin untuk tetap melakukan ibadah maupun perayaan. Tapi pelaksanaannya harus dilakukan dengan cara menjaga jarak, tertib protokol kesehatan dan dilakukan dengan cara yang sesederhana mungkin.

Anak Durhaka di Magetan Hajar Ibu Kandung Pakai Berbagai Benda Keras

Ibu Dua Anak Edarkan Sabu Jaringan Rutan Medaeng, Dikendalikan Kakak, Beraksi Sambil Gendong Anak

Pemprov Sebut Whisnu Sakti Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya Definitif Gantikan Risma Besok Jam 1

"Pesan saya lakukan dengan sederhana mungkin artinya waktunya tidak terlalu lama. Kemudian yang juga maksimal 50 persen dari kapasitas di mana mungkin mereka melakukan peribadatan," tambahnya.

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan bahwa tren kasus Covid-19 selalu melonjak sangat signifikan setelah libur panjang berlansung. Seperti pada saat bulan Oktober, kemudian disusul lonjakan yang sangat signifikan di akhir Desember dengan libur natal dan tahun baru.

"Pertambahan signifikan itu baru bisa dilihat setelah dua minggu setelahnya. Jadi awal PPKM waktu itu kenapa ada lonjakan kasus di Jatim? Itu sebenarnya ya efek libur panjang nataru," tegasnya kepada TribunJatim.com.

Untuk itu, di momen saat ini, dimana kasus pertambahan kasus covid-19 di Jatim sudah mulai melandai pasca PPKM, dan kini sedang digelar PPKM berskala mikro, Gubernur Khofifah mengajak seluruh warga Jatim untuk menyamakan visi.

"Bahwa usaha kita belum selesai untuk membuat kasus terus menurun dan menurun, dan membuat ini terus melandai," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved