Disetujui Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, Enam Investor Segera Masuk ke JIIPE di Gresik
Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) yang dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto telah menyetujui
Penulis: Willy Abraham | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Willy abraham | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) yang dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto telah menyetujui pembentukan dua KEK baru yaitu KEK Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik beberapa waktu lalu. Setelah disetujui menjadi KEK, sebanyak enam investor dari dalam dan luar negeri segera masuk ke JIIPE.
Direktur HR dan GA PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengembang dan pengelola JIIPE, Henry Handoko mengatakan, sudah ada beberapa investor yang sudah bertanya-tanya terkait KEK. Menanyakan sejumlah fasilitas seperti pembebasan biaya masuk, permudahan biaya perizinan.
"Sudah ada beberapa yang dari lokal, sudah ada empat. Yang dari internasional itu sudah ada dua yang akan masuk mungkin dalam waktu dekat," ucapnya kepada TribunJatim.com, Senin (15/2/2021).
PT. BKMS mewadahi apa yang diprogramkan pemerintah untuk menarik investasi sebanyak-banyaknya dari luar negeri dengan membangun industri yang terintegrasi dengan standard internasional, pelabuhan laut dalam, sarana prasana yang lengkap, aksesabilitas yang mudah dijangkau dari semua destinasi sehingga tujuan mereduce biaya logistic dan easy of doing business bisa dicapai, sehingga Kawasan JIIPE ditingkatkan statusnya menjadi KEK dengan Tema Teknologi dan Manufaktur untuk pengembangan bisnis industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik.
Baca juga: Fakta Viral Kalung Emas Andin Hadiah Aldebaran, Bentuk Mirip Pemukul Kasur Kapuk, Ternyata Iklan?
Baca juga: Lihat Kunci Jatuh Malah Curi Motor, Tukang Parkir di Terminal Arjosari Terancam Penjara 7 Tahun
Baca juga: Pengurus Koperasi Gagal Umumkan Rencana Take Over Koperasi NMSI Kota Kediri
Dengan ditetapkan sebagai KEK diharapkan menarik investasai sebesar ± USD 16,9 setara Rp 236 triliun, terdiri dari Pembangunan Kawasan ± USD 2,18 M, Pembangunan Pelabuhan ± USD 1,45 M dan Investasi Tenant ± USD 13,36 M.
Hasil produksi pelaku usaha di dalamnya, dengan adanya KEK JIIPE diharapkan akan mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar ± USD 10,17 miliar per tahun setara 141,1 triliun ketika beroperasi penuh, serta substitusi impor pada produk industri metal dan kimia.
"Selain itu, serapan tenaga kerja juga diasumsikan dapat mencapai angka 199.818 orang tenaga karja langsung saat beroperasi penuh," terangnya kepada TribunJatim.com.
PT. BKMS menyatakan kesiapannya melalui ketersediaan infrastruktur dalam Kawasan JIIPE dan infrastruktur wilayah sebagai penunjang Kawasan JIIPE, adanya pelabuhan laut dalam, akses tol, pelebaran jalan daendles dan kereta api serta telah adanya komitmen dari anchor investor untuk mengembangkan smelter tembaga di dalam lokasi KEK.
"Kami akan menyumbang pelebaran jalan Daendels, sarana depo kereta api akan ada di depan, bongkar muat disana barang-barang yang ada di industri terhubung jalan kereta api," tuturnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) yang diwakili oleh Wakil Gubernur, Emil Dardak menyampaikan mendukung proyek KEK JIIPE dan menyatakan kesiapan aksesibilitas Gresik dalam kaitan dengan Tol Krian Legundi Bunder Manyar yang turut diinisiasi bersama pemerintah provinsi telah beroperasi dan diharapkan meningkatkan kelayakan industri yang ada di KEK yang diusulkan.
Terkait dengan perijinan Pemprov Jawa Timur siap mengaselerasi perijinan yang diperlukan baik yang diperlukan oleh pengelola maupun tenant atau calon investor.
Kawasan KEK JIIPE dikembangkan di atas lahan seluas 2.125 hektar, mencakup kawasan industri 1.719 hektar, pelabuhan multiguna 406 hektar. Akses KEK JIIPE untuk menjangkau pasar internasional domestik dan global adalah pelabuhan laut, Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, dan jalur kereta api.
Selain itu, KEK JIIPE juga dilengkapi pelabuhan laut dengan empat dermaga dan total area berlabuh 6.200 meter, dan dapat melayani vessel hingga 100.000 DWT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-gresik-henri-handoko-kiri-direktur-hr-ga-pt-bkms-maket-kawasan-jiipe.jpg)