Breaking News:

Anti Amis, Nikmati Sup Iwak Warung Pak Umar Surabaya yang Memadukan Perasan Jeruk Limau dan Kemangi

Dijamin anti amis, yuk nikmati sup iwak di Warung Pak Umar Surabaya yang memadukan perasan jeruk limau dan kemangi.

Penulis: Akira Tandika | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
Menu baru Sup Iwak dan Iwak Tunu di Warung Pak Umar Surabaya, Rabu (17/2/2021). 

Reporter: Akira Tandika | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bagi sebagian orang, menu berbahan dasar ikan tidak begitu disukai.

Alasannya, karena menu berbahan ikan kerap memberikan sensasi amis saat dimakan.

Namun, hal itu tidak akan ditemui dalam varian menu terbaru dari Warung Pak Umar Surabaya (WPU), yang menggunakan ikan tilapia sebagai bahan dasar.

"Mengawali tahun baru ini, kami menghadirkan dua varian menu baru. Tidak menggunakan ayam dan bebek, melainkan ikan tilapia yang kami olah menjadi sajian sup dan ikan bakar," terang Owner Warung Pak Umar, Umar Shaichan, Rabu (17/2/2021).

Umar mengaku sengaja tidak menyajikan ikan dalam bentuk gorengan. Karena kalau berbicara menu yang digoreng, ia sudah memiliki bebek dan ayam goreng.

Selain itu, menyajikan ikan tilapia dalam bentuk sup dan bakar, dinilai Umar lebih sedap daripada digoreng biasa.

Baca juga: Kampung Iwak dan Wisata Pemancingan Kalanganyar Sidoarjo Sajikan Menu Ikan Bakar Mulai Rp 20 Ribuan

Baca juga: Ranu Klakah Lumajang, Danau Berlatar Belakang Gunung Lemongan, Ikan Bakar Jadi Santapan Primadona

Untuk sajian sup, Umar menjamin pelanggan akan merasakan sensasi memakan ikan yang tidak sama seperti di tempat lain.

Hal itu karena sup ikan di WPU tidak akan terasa amis.

"Kami menggunakan campuran rempah-rempah rahasia untuk menghilangkan bau amis tersebut. Juga ada tambahan bahan lain seperti jeruk nipis, rasa pedas, dan daun kemangi. Sehingga ketika masuk di lidah, rasa yang dihasilkan tidak sekadar asam, tapi juga segar," jelasnya.

Menu baru ini sengaja dihadirkan Umar setelah tiga tahun bertahan dengan varian ayam dan bebek goreng. Bahkan, masyarakat lebih mengenal WPU sebagai spesialis ayam dan bebek goreng.

Baca juga: Wana Wisata Bernah De Vallei, Destinasi Baru di Mojokerto, Suguhkan Keindahan Alam yang Memukau

Baca juga: Entrepreneur dan F&B Counsultant Chris Albion Ingin Terus Kembangkan Kuliner Tradisional Nusantara

Umar mengatakan, ini juga menjadi strategi bisnis yang ia lakukan pada masa pandemi Covid-19 (virus Corona) seperti sekarang.

"Di masa pandemi seperti sekarang, banyak pengusaha yang berlomba agar bisnisnya tetap bertahan. Salah satu cara yang kami pakai adalah dengan membuat inovasi dan kreasi menu baru," tuturnya.

Menu baru Sup Iwak dan Iwak Tunu di Warung Pak Umar Surabaya, Rabu (17/2/2021).
Menu baru Sup Iwak dan Iwak Tunu di Warung Pak Umar Surabaya, Rabu (17/2/2021). (TRIBUNJATIM.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Ke depannya, Umar berencana membuat ragam menu lainnya dengan tujuan supaya pelanggan mempunyai pilihan menu dengan kualitas rasa yang sudah teruji.

"Jadi kalau ke WPU sekarang tidak melulu ayam dan bebek goreng, tapi juga bisa menikmati menu lainnya," tutup Umar.

Baca juga: Peran Orangtua Sebagai Mentor dalam Mengasah Bakat dan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

Baca juga: Nikmati Nasi Purakan Sambel Ulek di Trawas Mojokerto, Rasakan Sensasi Makan di Tengah Hutan Pinus

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved