Breaking News:

Cuaca Ekstrem, Petani Melon di Magetan Merugi, Buah Membusuk Kena Ulat dan Jamur

Akibat cuaca ekstrem, petani melon di Magetan merugi, banyak buah siap panen membusuk terkena ulat dan jamur.

TRIBUNJATIM.COM/DONI PRASETYO
Akibat cuaca ekstrem di Magetan selama sepekan terakhir, petani melon di Desa Klagen Gambiran, Kecamatan Maospati, merugi, Kamis (18/2/2021). Buah melon membusuk. 

Reporter: Doni Prasetyo | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Akibat cuaca ekstrem di Magetan selama sepekan terakhir, petani melon di Desa Klagen Gambiran, Kecamatan Maospati, merugi.

Puluhan hektare tanaman buah melon yang siap panen itu membusuk terkena ulat dan jamur.

Terlihat daun buah melon mengering dan buahnya membusuk.

"Di desa sini, petani melon seluruhnya gagal panen. Ini akibat terjangan cuaca ekstrem yang turun sepekan terakhir ini. Akibat cuaca ini, buah melon siap petik itu, mudah busuk karena serangan jamur dan ulat," kata petani melon, Moh Rizal kepada TribunJatim.com, Kamis (18/2/2021).

Menurut Moh Rizal, kalau kondisi normal setiap 1/4 hektare, petani di wilayah Kecamatan Maospati bisa panen buah melon hingga delapan ton.

Baca juga: Kebakaran Rumah Mewah Magetan Diduga Akibat Korsleting Listrik, Barang Berharga Tak Ada yang Selamat

Baca juga: Dua Alternatif Tempat Relokasi Korban Tanah Longsor di Nganjuk, Lahan Dinas PUPR atau Perhutani

Namun, akibat cuaca ekstrem menjelang panen, impian petani panen ambyar.

"Kalau cuaca normal, kita bisa panen hingga delapan ton per 1/4 hektare. Namun karena kondisi abnormal, faktor alam, bisa panen 2,5-3 ton per 1/4 hektare, sudah relatif lumayan, daripada tidak panen sama sekali," katanya sambil menunjukkan buah melon yang berlubang dan membusuk.

Akibat cuaca ekstrem di Magetan selama sepekan terakhir, petani melon di Desa Klagen Gambiran, Kecamatan Maospati, merugi, Kamis (18/2/2021). Buah melon membusuk.
Akibat cuaca ekstrem di Magetan selama sepekan terakhir, petani melon di Desa Klagen Gambiran, Kecamatan Maospati, merugi, Kamis (18/2/2021). Buah melon membusuk. (TRIBUNJATIM.COM/DONI PRASETYO)

Dia mengatakan, hingga saat ini, belum ada bantuan dari pemerintah daerah untuk petani melon.

Padahal menurutnya, meski bukan tanaman pokok, buah juga menunjang program pemerintah dalam empat sehat lima sempurna.

Baca juga: Cegah Longsor dan Banjir di Madiun, Pemkab Akan Tanam Akar Wangi di Sejumlah Lahan Kritis

Baca juga: Jalankan Instruksi KPK, Pemkab Tulungagung Kebut Sertifikasi Aset Tanah Hingga Tahun 2023

Para petani mengaku tak ada bimbingan dari pemerintah sejak awal tanam.

Padahal menurut mereka, di setiap kecamatan ada penyuluh pertanian yang tugasnya memantau perkembangan tanaman petani.

"Tidak ada penyuluh pertanian lapangan masuk ke desa-desa. Kami petani berjalan sendiri-sendiri berbekal pengetahuan pertanian konvensional, jadi kami hanya pakai ilmu kira-kira," katanya.

Dia mengatakan, seharusnya ada penyuluh pertanian lapangan, agar kerugian petani melon hingga mencapai puluhan juta rupiah tidak sampai terjadi.

Baca juga: Jalan di Magetan Kualitas Rendah, Pengguna Jalan Kebanyakan Dump Truk, 2 Bulan Dibangun Sudah Rusak

Baca juga: Angin Kencang di Jember, Sejumlah Pohon Tumbang dan Rumah Rusak, Sembilan Titik Terdampak

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved