Breaking News:

Coban Jahe Tawarkan Kafe Ketjeh, Berkonsep Nongkrong di Sungai, Dongkrak Kunjungan Saat Pandemi

Wisata alam Coban Jahe, Kecamatan Jabung tawarkan Kafe Ketjeh, nongkrong di sungai. Dongkrak kunjungan di tengah pandemi Covid-19.

SURYAMALANG.COM/ERWIN WICAKCONO
Kafe Ketjeh di Coban Jahe, Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. 

Reporter: Erwin Wicaksono | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wisata Alam Coban Jahe tengah berbenah untuk menarik kunjungan wisatawan.

Pasalnya pandemi virus Corona ( Covid-19 ) turut menggerus ritme kunjungan wisata yang terletak di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang ini.

"Wisatawan paling banyak hanya di akhir pekan. Hari-hari biasa hanya 100 orang pengunjung. Dibanding tahun lalu, penurunan mencapai 50 persen. Namun kami akan berbenah," ujar Kepala Resor Pengelolaan Hutan (KRPH)  Sukopuro, Agung purwito ketika ditemui pada Minggu (21/2/2021).

Baca juga: Akhirnya Ketahuan Siapa Ayah Bayi Wanita Viral Hamil & Lahiran Akibat Angin, Polisi Kuak Kronologi

Baca juga: Resepsi Pernikahan di Masjid SIER Surabaya Dibubarkan Polisi, Cegah Kerumunan di Tengah PPKM Mikro

Untuk mendongkrak kunjungan pariwisata, pengelola menciptakan konsep nongkrong di sungai. Namanya Kafe Ketjeh

Kafe Ketjeh terletak di area wisata Coban Jahe. Pengunjung dapat menikmati pemandangan sambil menyantap kudapan di tengah aliran sungai yang dangkal.

"Kami dongkrak kunjungan lewat medsos (media sosial) juga. Akhir pekan bisa 200 pengunjung (ke Kafe Ketjeh)," ujarnya.

Kata Agung, konsep nongkrong di tengah aliran sungai jadi magnet baru daya tarik wisata di Coban Jahe. Menu-menu seperti durian, kelapa muda dan jajanan jadi favorit pengunjung.

Baca juga: Toko Sepeda di Malang Dibobol Maling, Uang Rp 22 Juta dan Satu Group Set Shimano Deore Dicuri

Baca juga: PLN Serentak Gerebek Penyulang 20 kV Extra Weekend, Jaga Pasokan Listrik di Tengah Anomali Cuaca

"Orang kerasan dengan suasana air meski hanya sebatas ngopi nongkrong berlama-lama di sini. Kadang sampai antri-antri," terangnya.

Kedepan, lahan-lahan yang belum dimanfaatkan di Coban Jahe akan ditanami pohon durian dan alpukat. Konsep berkebun sambil memetik buah akan jadi rencana pengembangan wisata yang dikelola Perhutani Malang itu.

"Juga yang perlu ditingkatkan kebersihan dan SDM. Informasi peringatan keamanan seperti cuaca, rambu-rambu peringatan jua akan dipasang," tutupnya. 

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved