Breaking News:

Batu Pirus Persia Masih Jadi Incaran Kolektor, Daya Tariknya Corak Beragam dan Tak Pernah Sama

Batu Pirus masih jadi incaran para kolektor. Harganya berkisar Rp 2 juta. Corak batu yang tidak akan sama satu dan lainnya jadi daya tarik.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
BATU AKIK - Pengunjung mengamati koleksi batu akik yang dipamerkan dalam pameran Gemstone & Antiques Fair di Ciputra World Surabaya. 

Reporter: Akira Tandika | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Meski tahun ini jenis batuan dan permata tak ramai dicari seperti 2015 lalu, namun beberapa jenis batuan masih banyak diburu kolektor.

Salah satunya adalah Batu Pirus yang berasal dari Persia.

Joni Kiwir, salah satu kolektor batu asal Jember mengatakan, salah satu hal yang menjadi daya tarik Batu Pirus adalah coraknya.

Baca juga: Tangis Bayi Perempuan Terlantar di Kebun Tebu Dusun Sidoreno, Dimasukkan Kardus Terbungkus Plastik

Baca juga: Tambah Buruk Nasib Amanda Manopo Diam-diam Diteror, Andin Ikatan Cinta Diancam Pasca Tenar: Sakit

Menurutnya, corak Batu Pirus tidak bisa ditentukan. Hal itu yang membuat corak batu ini tidak akan sama satu dan lainnya.

"Karena corak dalam batu biasanya ditemukan secara tidak sengaja. Misal, dengan memperhatikan betul-betul corak batu ketika dibelah. Apabila beruntung, bisa mendapatkan corak yang tidak umum," terang Joni saat ditemui dalam pameran Gemstone and Antiques Fair yang digelar di Ciputra World Surabaya.

Joni sempat menunjukkan beberapa koleksi Batu Pirus miliknya. Ada yang berwarna biru dengan corak emas dan hitam, ada pula batu hitam dengan corak emas.

Baca juga: Curiga Dengar Suara Jeritan di Kamar Kos, Polisi Kaget Ada Sejoli Remaja Tanpa Busana, Fakta Terkuak

Baca juga: Eri-Armuji akan Dilantik Pimpin Surabaya Pada 26 Februari 2021? Begini Kata Sekkota Hendro Gunawan

Tak sama seperti keris, untuk membersihkan batu tidak perlu waktu-waktu khusus. Menurut Joni, setiap hari pun bisa.

Biasanya, untuk membersihkan batu memerlukan dua alat dan bahan yakni, penggosok berbahan kulit dan serbuk intan.

"Serbuk intan bisa membuat batu menjadi lebih kinclong. Itu pun harus dilakikan dengan benar yakni, digosok satu arah atau disesuaikan dengan serat batu," jelasnya.

Joni melanjutkan, untuk menjual batu tidak ada patokan harga. Karena biasanya orang yang membeli sudah mengerti dan paham mengenai karakteristik batu. Sehingga mereka yang akan memberikan harga.

Ia percaya, orang yang betul-betul tahu mengenai batu dan permata, tidak akan sembarangan memberi harga.

"Contohnya seperti Batu Pirus biru dan hitam ini. Di pasaran, harganya berkisar Rp 2 juta. Itu pun bisa lebih tergantung yang menawar," tandasnya.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved