Breaking News:

Pedagang Pasar di Lamongan Dijatah Ikut Vaksinasi, 384 Pedagang di 2 PasarTelah Terdaftar

Para pedagang pasar di Lamongan Jawa Timur dipastikan akan mendapat kesempatan untuk ikut vaksinasi Covid -19.

surya/Hanif Manshuri
Tes darah bagi para penghuni disejumlah pasar di Lamongan, ini yang dilakukan di Pasar Ikan Lamongan, jalan Kusuma Bangsa, Selasa (12/5/2020) 

Reporter : Hanif Manshuri | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Para pedagang pasar di Lamongan Jawa Timur dipastikan akan mendapat kesempatan untuk ikut vaksinasi Covid -19.

Hingga hari ini sudah ada sebanyak 384 pedagang yang sudah di data untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Kepala Disperindag Lamongan Muhammad Zamroni mengatakan, pihaknya sudah dan masih terus melakukan pendataan terhadap pedagang pasar yang akan berkesempatan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua.

"Sampai Senin hari ini sudah terdata sebanyak 384 pedagang untuk ikut vaksinasi Covid-19," kata Muhammad Zamroni saat dikonfirmasi wartawan Senin (22/2/2021).

Ratusan pedagang yang sudah terdata ini adalah pedagang yang ada di Pasar Sidoharjo dan Pasar Sidomulyo Lamongan. Data jumlah pedagang yang akan divaksin ini, dipastikan akan terus bertambah karena pendataan yang masih terus berjalan dan jumlah pasar juga cukup banyak.

Baca juga: Dampak Banjir, Perjalananan KA Pada 22 Februari Masih Belum Beroperasi 

Baca juga: 17 Keluarga Pasien Meninggal karena Covid-19 di Ponorogo Batal Terima Santunan dari Kemensos

Baca juga: Putus Asa, Mourinho Pakai Cara Terakhir Agar Tottenham Lolos ke Liga Champions Musim Depan

"Kita masih melanjutkan pendataan lengkap, dilanjut koordinasi dengan Dinas Kesehatan," katanya kepada TribunJatim.com.

Pendataan pedagang pasar ini, akan meluas ke pedagang-pedagang yang ada di pasar lainnya yang ada di Lamongan dan akan menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin.

Diikutkannya pedagang pasar tradisional ini sesuai dengan arahan Presiden untuk prioritas vaksinasi pada penguatan dampak ekonomi dimana mereka (pedagang) interaksinya relatif terbuka dan memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19.

Sementara, Kepolisian Lamongan dan TNI terus melakukan pendampingan terhadap pendirian posko PPKM Mikro di tingkat desa. Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana menilai keberadaan posko PPKM mikro sangat penting sebagai langkah pengendalian adanya penyebaran pandemi Covid -19. Keberadaan posko ini bisa dijadikan suatu upaya sinergitas dan koordinasi semua pihak terkait.

"Posko PPKM di tingkat Desa/Kelurahan ini difungsikan sebagai pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian dan evaluasi penanganan Covid -19 dalam skala mikro sehingga nantinya bisa menentukan tindakan pengendalian yang tepat," kata Miko.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved