Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka di SD dan SMP Kota Mojokerto Bakal Dimulai Maret 2021

Pembelajaran tatap muka di SD dan SMP di Kota Mojokerto akan dimulai pada Maret 2021. Hal itu dikatakan langsung oleh Wali Kota Ika Puspitasari.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan terkait pembelajaran tatap muka dan vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kependidikan di Pendopo Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk, Senin (22/2/2021) sore. 

"Sehingga keputusan ini berdasarkan surat persetujuan Wali Kota atas surat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 420/301/471.501/2021 tanggal 16 Februari 2021, tentang permohonan izin pelaksanaan tatap muka jenjang SD dan SMP," ucap Ning Ita.

Kadindik Kota Mojokerto, Amin Wachid menjelaskan, ada sebanyak 12.314 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 8.362 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan mengikuti pembelajaran tatap muka ini.

"Pembelajaran tatap muka ini tetap dilaksanakan secara terbatas dan penerapannya sesuai ketentuan-ketentuan prokes," jelasnya.

Amin menyebut, pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah yaitu kapasitas pendidik maksimal 50 persen dari total siswa dalam satu kelas dan guru wajib mengenakan masker tiga lapis selama proses pembelajaran.

Baca juga: PGRI Tulungagung Buat Siaran Pembelajaran Lewat Radio, Bantu Siswa yang Kesulitan Sekolah Daring

Selain itu, wajib menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun sebelum masuk kelas dan seusai pembelajaran.

Paling penting, lanjut Amin, pihaknya sudah mewanti-wanti kepala sekolah agar aktivitas pembelajaran dilaksanakan tetap menjaga jarak aman minimal 1,5 meter. Menerapkan etika batuk dan bersin.

Selain itu, bagi siswa kurang sehat dan mengalami gejala batuk pilek disarankan mengikuti pembelajaran secara daring.

Karena itulah Dindik Kota Mojokerto tetap memakai sistem kegiatan belajar mengajar sistem blended learning, yaitu kolaborasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring sampai situasi kembali normal.

"Kami memastikan sarpras pendukung prokes sudah sesuai standar, ada tempat cuci tangan, stok masker tiga lapis untuk siswa dan pendidik, thermo gun dan sekat bangku," paparnya.

Baca juga: Ujian Nasional 2021 Dihapus, Dindikbud Bondowoso Siapkan Pelaksanaan Ujian di Tiap Lembaga Sekolah

Ditambahkannya, pihaknya memastikan seluruh peserta didik sudah memperoleh surat izin persetujuan dari orang tua atau wali murid untuk mengikuti pembelajaran pembelajaran tatap muka di sekolah. 

Sebab, surat persetujuan dari orang tua mutlak diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan secara psikologis dapat membantu siswa saat mengikuti pembelajaran dan mengantisipasi terpapar Covid-19.

"Tenaga kependidikan juga sudah diusulkan untuk prioritas sebagai penerima vaksin Covid-19 tahap dua sehingga pelaksanaan pembelajaran aman dan nyaman," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved