Penanganan Covid

35 Anggota DPRD Kota Malang Jalani Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua, 9 Orang Tak Lolos Persyaratan

35 anggota DPRD Kota Malang menjalani vaksinasi Covid-19 tahap kedua, sembilan orang dinyatakan tak lolos persyaratan.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/RIFKI EDGAR
Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Iwan Mahendra saat menjalani vaksinasi Covid-19 di gedung DPRD Kota Malang, Rabu (24/2/2021). 

Reporter: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebanyak 35 anggota DPRD Kota Malang menjalani vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (24/2/2021).

Proses vaksinasi Covid-19 tersebut berlangsung lancar, meski ada sembilan anggota DPRD Kota Malang tidak lolos persyaratan vaksinasi Covid-19.

Karena ada anggota dewan berumur di atas 59 tahun, sementara yang lainnya ada yang pernah terkonfirmasi Covid-19 dalam tiga bulan terakhir ini.

Proses vaksinasi tersebut tak hanya diikuti oleh para anggota dewan saja. Tetapi juga seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan TPOK di bawah naungan sekretaris dewan.

"Jadi hari ini kami dapat jatah vaksinasi Covid-19. Cuma ada anggota dewan yang tidak lolos persyaratan. Syarat yang pertama usia 19-59 tahun. Kedua, tiga bulan terakhir tidak terkonfirmasi positif Covid-19. Ketiga, harus sehat lahir batin. Tidak boleh tertekan, flu, keluarga tidak ada yang sakit," ucap Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika.

I Made Rian Diana Kartika mengatakan, sebenarnya jadwal vaksinasi Covid-19 bagi anggota dewan tidak dilangsungkan di gedung DPRD Kota Malang. Melainkan harus dilakukan di Rumah Sakit Melati Husada Kota Malang.

Baca juga: Bandel, Banyak Warga Beraktivitas di Dalam Alun-alun Kota Malang, Satpol PP Padahal Rutin Keliling

Baca juga: DLH Kota Batu Sebut Air Lindi TPA Tlekung Tak Mengalir Lagi ke Sungai: Sudah Diperbaiki

Akan tetapi, I Made Rian Diana Kartika meminta agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 digelar di gedung DPRD saja. Agar nantinya tidak mengganggu pasien yang sedang dirawat di RS Melati Husada.

"Kami takutkan jika ramai-ramai di situ akan melanggar protokol Covid-19. Sehingga kami tawarkan di sini (gedung dewan). Karena gedung kami lebih luas, jadi tidak mengganggu pasien nanti," ucapnya.

Selain itu, I Made Rian Diana Kartika mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Malang dalam hal vaksinasi Covid-19.

Politisi PDIP itu mengatakan, sesuai prioritas dari pemerintah pusat, tahapan kedua vaksinasi Covid-19 dikhususkan bagi pelayanan publik.

Baca juga: Sinkronisasikan Pajak dan Retribusi Parkir, Bapenda Kota Malang Petakan 510 Titik Kawasan Abu-abu

Baca juga: Skema Relokasi Pedagang Ketika Pasar Besar Kota Malang Jadi Dibangun Tahun 2022 Mendatang

Karena para pelayan publik memiliki risiko tinggi, seperti yang dirasakan dewan saat melakukan audiensi, baik dengan warga maupun dengan ASN.

"Bukan maksud kami mendahului masyarakat, tapi ini memang aturan pusat yang harus dilaksanakan. Kami harapkan seluruh masyarakat Kota Malang bisa menerima vaksin secara gratis," ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Iwan Mahendra saat ditemui setelah vaksinasi Covid-19 mengaku bersyukur akhirnya dirinya mendapatkan giliran divaksin.

Iwan mengaku tidak merasakan gejala apapun saat disuntik vaksin Covid-19.

Baca juga: PPKM Mikro Jilid II di Kabupaten Malang, Plh Bupati Bakal Datang ke Desa-desa Sosialisasi Prokes

Baca juga: Akun FB Palsu Catut Nama Ketua DPRD Kota Malang, Ini Tanggapan Satreskrim Polresta Malang Kota

"Saat disuntik tadi tidak ada rasa sama sekali, cuma biasa saja seperti disuntik pada umumnya," terangnya.

Sebagai orang yang pernah terkonfirmasi Covid-19, Iwan memang menunggu pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

"Saya bersyukur, karena saya pernah positif Covid-19 sebelumnya. Memang vaksin ini yang sudah kita tunggu-tunggu sebelumnya, dan alhamdulillah akhirnya saya mendapatkan giliran," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved