Longsor di Bindang Pamekasan
BPBD Jatim Kerahkan Pasukan untuk Bantu Evakuasi Korban Longsor di Pondok Pesantren Pamekasan
BPBD Jatim mengerahkan pasukan untuk membantu evakuasi korban longsor di Pondok Pesantren Annidhomiyah Pamekasan.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur gerak cepat melakukan penanganan pada bencana tebing longsor di Pondok Pesantren Annidhomiyah, Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Sosial dan jajaran teknis turun langsung melakukan evakuasi bencana, Rabu (24/2/2021).
Pasukan dikerahkan untuk melakukan evakuasi para santri.
Plt Kalaksa BPBD Jawa Timur, Yanuar Rahmadi mengatakan, longsor terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi dan lokasi pondok sangat dekat dengan tebing perbukitan.
"Setelah saya amati kondisi pondok memang dekat dengan perbukitan, dan di bawah perbukitan itulah tempat para santri menginap," kata Yanuar pada TribunJatim.com.
Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Audiensi AMSI Jatim Jelang Pelantikan Pengurus Baru Periode 2020-2023
Baca juga: Evakuasi Korban Longsor di Bindang Pamekasan, 5 Jenazah Santriwati Dipulangkan ke Rumah Duka
Yanuar menambahkan, saat ini sudah dilakukan langkah-langkah kedaruratan.
Tim melakukan pembersihan longsoran, dan mengevakuasi para santri karena lokasi tersebut berpotensi terjadi longsor susulan.
Ia menuturkan, lokasi perbukitan di wilayah itu banyak ditanami pohon kelapa, dan akar dari pohon kelapa adalah akar serabut yang tidak bisa menahan derasnya curah hujan yang mengakibatkan longsor.
Ada puluhan tenaga dari BPBD Jawa timur yang dikerahkan. Ditambah juga tenaga dari Satpol PP dan juga personel TNI-Polri.
Baca juga: Insiden Tebing Longsor di Pamekasan, Dua Kamar Santriwati Tertimbun, Polisi Ungkap Nasib Para Korban
Baca juga: Penerapan PPKM Mikro di Nganjuk Dinilai Sukses Turunkan Penambahan Kasus Positif Covid-19
"Kita akan mengevakuasi seluruh penghuni pondok yang dekat perbukitan dan yang perlu diawasi adalah yang dekat dengan tebing-tebing," pungkas Yanuar.
Hasil peninjauan lapangan ini akan dilaporkan langsung pada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk tindak lanjut ke depan.
Sebab sebagaimana diketahui, bencana ini menyebabkan 5 orang santriwati tewas.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB setelah hujan turun dengan intensitas tinggi.
Hujan tersebut menyebabkan tanah longsor dan mengakibatkan 2 kamar yang ditempati 7 orang santriwati tertimbun tanah longsor.
Baca juga: Resmikan BLK Ponpes Sidoarjo, Pj Bupati Hudiyono: Santri Dituntut Punya Keahlian di Berbagai Bidang
Baca juga: 133 ODGJ RSJ Lawang Malang Positif Covid-19, Dari Mana Penularannya? Begini Penjelasan dr Tiwik