Breaking News:

Resmikan BLK Ponpes Sidoarjo, Pj Bupati Hudiyono: Santri Dituntut Punya Keahlian di Berbagai Bidang

Resmikan gedung BLK di ponpes Sidoarjo, Pj Bupati Hudiyono sebut santri dituntut miliki keahlian di berbagai bidang.

TRIBUNJATIM.COM/M TAUFIK
Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, di sela acara peresmian BLK di Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Al Khoziny, di Desa Mindi, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Selasa (23/2/2021). 

Reporter: M Taufik | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Balai Latihan Kerja (BLK) di dalam lingkungan pesantren diyakini sangat bermanfaat. Setidaknya bisa menambah keahlian para santri selama menuntut ilmu di pondok pesantren.

Tidak banyak pesantren yang memiliki gedung BLK sendiri. Namun sudah ada beberapa pesantren yang sukses membangun BLK untuk menambah keahlian para santrinya.

Satu di antaranya ialah Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Al Khoziny Sidoarjo.

Pesantren yang terletak di Desa Mindi, Kecamatan Porong, ini sudah memiliki gedung BLK sendiri dan diresmikan Anggota DPR RI Komisi IX, Lucy Kurniasari, bersama Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, Selasa (23/2/2021).

Gedung BLK tersebut dibangun dari bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja RI.

“Ini merupakan terobosan yang luar biasa untuk pemenuhan kebutuhan para santri dalam meningkatkan kemampuannya,” kata Hudiyono.

Baca juga: Jelang Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Gus Muhdlor Janji Penuhi 17 Program Sidoarjo MAS

Baca juga: Propam Polda Jatim Periksa Anggota Polresta Sidoarjo, Mulai Kelengkapan Atribut Hingga Senjata

Dengan adanya BLK, para santri tidak hanya mengaji atau menuntut ilmu agama saja di pesantren. Mereka juga bisa menambah skill individu yang tentu sangat dibutuhkan seiring perkembangan zaman.

“Seiring berkembanngya teknologi, santri juga dituntut juga memiliki keahlian di berbagai bidang. Agar selepas lulus dari pondok pesantren, itu bisa menjadi modal mereka melanjutkan karier," lanjut Cak Hud, panggilan Hudiyono.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Pemprov Jawa Timur ini melihat potensi pengembangan pesantren berbasis agama dan keahlian sangat besar. Karena itu, Pemprov Jawa Timur juga membuat program one pesantren one produk (OPOP).

Baca juga: Pelantikan Kades di Sidoarjo Diusulkan Digelar Secara Online, Hindari Kerumunan di Masa Pandemi

Baca juga: Pj Bupati Sidoarjo Kirim 3 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir di Kalipecabean dan Banjarasri

“Tujuannya agar lulusan santri mampu bersaing dengan sekolah lain non pesantren,” imbuh dia.

Lulusan pesantren yang punya ilmu agama mumpuni plus memiliki keahlian atau keterampilan kerja, tentu sangat luar biasa. Dan hal itu tidak terjadi pada sekolah di luar pesantren.

"Dengan itu, lulusan pesantren punya nilai lebih. Menguasai ilmu agama, juga punya keahlian atau skill lain yang diajarkan selama di pesantren. Seperti berwirausaha dengan membuat sebuah produk hasil karya sendiri dan berbagai keahlian lain,” katanya.

Baca juga: New Honda Odyssey, Mobil yang Bisa Berhenti Sendiri Tanpa Direm Sudah Bisa Diinden di Jawa Timur

Baca juga: Jatim Akan Kembangkan Geothermal Gunung Arjuno dan Welirang, Sudah Dibahas dengan Gubernur Khofifah

Penulis: M Taufik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved