Terbongkarnya Kewalian Gus Baha

Kita ketahui, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dikenal sebagai ulama yang sederhana, tapi kealimannya (pengetahuan agama)

Tayang:
Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
yoni Iskandar/Tribunjatim
Gus Baha saat berziarah ke makam Kakeknya KH M Shiddiq di Jember 

“Mbah Hamid dulu ngaji di Tremas kitab Jam’ul Jawami’. Ini kitab sulit, ngajinya juga lama. Saya juga pernah ngaji kitab ini dengan Mbah Maimoen, sampai khatam. Kitab ushul fiqh itu memudahkan kita jadi wali. Kenapa? Karena ushul fiqh memberikan penjelasan soal kebenaran dari syariat Allah. Lha, syarat kebenaran itu sendiri biasanya harus disepakati oleh para ahlinya,” tutur Gus Baha’.

Makanya, lanjut Gus Baha’, jadi wali itu biasanya diproklamirkan oleh wali juga, bukan oleh menteri agama. Mbah Hamid jadi wali dimaklumatkan oleh Habib Ja’far bin Syaikhon. Mbah Hamid dulu ngaji muqobalah kitab Ihya dengan Habib Ja’far. Mbah Moen masyhur jadi wali juga karena pernah dimaklumatkan Mbah Hamid sebagai wali muda.

Terkait ushul fiqh ini, Gus Baha’ mencontohkan tradisi ngopi para santri. Bagi Gus Baha’, kang santri yang sedang ngopi itu bukanlah sebatas ngopi, tapi itu meninggalkan keharaman. Tidur juga sama. Karena tidur kita bisa meninggalkan maksiat. Kita tidak jadi dugem, diskotik, dan lainnya.

Dipanggil Habib Sholeh Tanggul Jember

Seusai mengisi acara Haul KH Achmad Shiddiq di Jember, sekitar pukul 23.30 WIB, Gus Baha yang sejak dari Surabaya didampingi adik kandungnya, juga Cak Muhaimin (asal Sidoarjo) serta pak Udin sebagai sopir yang mengantarkan Gus Baha' ke Jember waktu itu.

Kebetulan penulis saat itu ikut mendampingi Gus Baha' waktu balik ke Surabaya, namun tidak satu mobil.

Menurut penuturan Cak Muhaimin, cantrik atau pendamping Gus Baha' ketika berada di Jawa Timur, saat otw pulang dari Haul KH Achmad Shiddiq - Jember, dalam suasana ngantuk di dalam mobil tiba-tibas Gus Baha bertanya ke Cak Udin (sopir).

"Cak Udin stop, iki opo Tanggul?," cetusnya Gus Baha'.

"Koyoke makam Habib Sholeh...ayo puter balik,!" pinta Gus bahak kepada Cak Udin.

Melihat mobil rombongan Gus Baha' berhenti, penulis mencoba menelphone Cak Muhaimin yanga da dalam mobil.

"Ada apa cak Muhaimin kok berhenti," tanya saya lewat hp.

"Oh ya cak Yoni, ini daerah Tanggul ya, apa jauh dari makam Habib Sholeh," ujar Cak Muhaimin.

Karena lokasi mobil rombongan ada di depan saya, maka Cak Muhaimin saya minta balik lagi, sebab makam Habib Sholeh tidak jauh, hanya sekitar 200 meter lagi.

"Sudah deket Cak Muhaimin, monggo balik lagi deket kok," jawabku.

Saat itu juga Gus Baha bersama rombongan yang hanya diikuti tiga orang langsung menuju makam Habib Sholeh yang dikenal sebagai 'Wali Qutub' dan doa'- do'a Habib Sholeh selalu dikabulkan Allah SWT .

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved