Terbongkarnya Kewalian Gus Baha
Kita ketahui, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dikenal sebagai ulama yang sederhana, tapi kealimannya (pengetahuan agama)
Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
Gus Baha lalu mengomentari kisah itu :.
” Jadi gak enak to anaknya kiai ? Misalnya ada orang baca sejarahnya Syaikhona Kholil, kita (yang bukan keturunan beliau) senyum-senyum aja, gak beban, gak harus niru, kan gak cucunya,” Kata Gus Baha sambir tertawa.
Sedangkan para tamu terkaget-kaget dengan kalimat yang dilontarkan Gus Baha itu, itu sebagai 'sindiran' itu hanya bisa tersenyum malu.
Dari pertemuan dengan Gus-Gus asal Bangkalan itu, Gus Baha justru lebih memilih menyampaikan sebuah cerita dengan hikmah yang sangat dalam, diselingi dengan “gojlokan” ilmiah yang selama ini sudah menjadi ciri khasnya.
Sowan pertama saya waktu itu hanya berlangsung beberapa menit, tapi beberapa menit bersama beliau jelas sangat istimewa rasanya. Baru ketika sowan ke ndalem beliau untuk kedua kalinya pada malam Idul Adha kemarin, saya bisa ngobrol dengan beliau agak lama, mulai dari jam setengah sebelas sampai hampir jam dua belas malam. Saya ingat ketika itu beliau berpesan :
”Gus Baha’ ini ilmu semua.," kata Gus Ismail Amin Kholil dari Bangkalan ini.
Lalu ada juga pendapat yang mengatakan tidak ada yang mengetahui kewalian seseorang kecuali wali itu sendiri. Ungkapan semacam ini sangat masyhur di pondok-pondok pesantren salaf. Hal ini menunjukkan betapa istimewanya kedudukan seorang wali sehingga tidak sembarang orang mengetahui jika orang tersebut adalah wali.
Memang ada banyak keistimewaan para wali. Yang mana antara yang satu dengan yang lain barangkali berbeda dalam penampilan dalam aktivitas ibadah atau aktivitas yang lain. Tetapi yang namanya wali tetap punya keistimewaan di hadapan Allah SWT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-gus-baha-saat-berziarah-ke-makam-kakeknya-kh-m-shiddiq-di-jember.jpg)