Dari Perajin Kendang Jimbe, Perempuan di Kota Blitar Beralih ke Kerajinan Perabotan Dapur

kerajinan kendang jimbe milik Susilowati (35), warga Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, berhenti total pada awal 2020.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yoni Iskandar
Surya/samsul hadi
Susilowati menunjukkan produk kerajinan perabotan dapur di rumahnya, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Kamis (4/3/2021). 

Reporter : Samsul hadi | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pandemi Covid-19 membuat usaha kerajinan kendang jimbe milik Susilowati (35), warga Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, berhenti total pada awal 2020.

Sekitar 2.000 stok kendang jimbe miliknya yang siap kirim ke Cina tidak bisa keluar dampak pembatasan ekspor di awal pandemi Covid-19.

Ditambah lagi, ibu dua anak ini masih menanggung utang sekitar Rp 100 juta dari pengiriman barang sebelumnya yang belum dibayar oleh pemesan.

Kebangkrutan sudah membayangi usaha kerajinan kendang jimbe milik Susilowati di awal pandemi Covid-19.

"Awal pandemi Covid-19 masa yang berat bagi saya. Produksi berhenti total. Stok barang tidak bisa keluar. Uang pengiriman barang sebelumnya juga belum terbayar," kata Susilowati mengenang nasib usahanya di awal pandemi Covid-19, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Canda Rina Gunawan Ternyata Firasat, Abis Itu Bunda Pulang, Teddy Syach Sadar setelah Istri Tiada

Baca juga: Gus Baha Ziarah Wali di Jawa Timur Bersama Keluarga, Berkahnya Malas

Baca juga: Kabar Pria Lombok Nikahi Wanita Perancis, Bahagia di Gubuk Tetap Cinta, Foto Anak Buat Penasaran

Tapi, mental pengusaha yang tahan banting tidak lantas membuat Susilowati menyerah dengan kondisi sulit itu.

Susilowati bersama suami, Heri Susilo mencoba bangkit mencari peluang usaha lain agar terhindar dari kebangkrutan.

Dari perajin kendang jimbe, Susilowati banting setir beralih menjadi perajin perabotan dapur berbahan kayu.

Kini, usaha kerajinan perabotan dapur miliknya terus berkembang dengan omzet mencapai Rp 50 juta per bulan.

"Kalau dibanding kendang jimbe, omzetnya jauh. Omzet kendang jimbe bisa Rp 200 juta per bulan. Tapi, labanya hampir sama, justru lebih banyak perabotan dapur," ujarnya.

Susilowati memilih beralih ke kerajinan perabotan dapur karena barang-barang itu lagi ramai di pasaran.

Semua produk kerajinan perabotan dapur milik Susilowati juga berbahan kayu.

Jenis perabotan dapur yang diproduksi mulai piring, mangkok, gelas, garpu, sumpit, telenan, cobek, nampan, dan lumpang.

"Suami bidangnya di kerajinan kayu, meski ganti produk tetap yang berbahan kayu," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved