Breaking News:

Perajin Pot Bunga Tanah Liat di Magetan Saat Pandemi Covid-19, Justru Banjir Order

(UMKM) di Kabupaten Magetan dimasa pandemi Covid-19 ini justru kebanjiran order dan peningkatan produksi, yakni perajin vas bunga tanah liat

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni Iskandar
Surya/ Doni Prasetyo
Perajin vas bungah tanah liat Mbah Simah asal Magetan 

Reporter : Doni Prasetyo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Tidak semua Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19 ini mengalami kerugian, ada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Magetan dimasa pandemi Covid-19 ini justru kebanjiran order dan peningkatan produksi, yakni perajin vas bunga tanah liat justru banyak orderan.

"Kami malah yang kualahan memenuhi orderan. Apalagi saat saat sekarang cuaca masih sering hujan. Sehingga pengeringan pot bunga yang baru di cetak dan proses pengeringan sebelum dilakukan pembakaran, prosesnya jadi lama," kata Mbah Simah kepada Surya, di dapurnya sekaligus jadi bengkel membuat pot bunga dan gerabah, Jumat (5/3).

Menurut Mbah Simah, dalam sehari mulai habis waktu Subuh sampai kira kira jam 10 - 11 bisa membuat pot bunga besar sebanyak 40 - 50 pot bunga, atau total dalam sepekan atau tujuh hari bisa buat pot sebanyak antara 280 - 350 pot bunga ukuran sedang.

"Ini klo sudah di proses selama sepekan, ini karena cuaca masih hujan, proses sebelum pembakaran lama. Kalau proses oven/ pembakaran hanya sekitar 4 jam, itu sudah merah matang," kata Mbah Simah.

Baca juga: Gus Baha Didatangi Malaikat Izrail Malaikat Pencabut Nyawa, Tapi Ndak Jadi Meninggal

Baca juga: Peringati Nyepi, Wisata Gunung Bromo Tutup Total Mulai 14 Sampai 15 Maret

Baca juga: Suami Terbaring di Rumah Sakit, Istri di Madura Pulang dan Ngamar Bareng Pria Lain, Ending Tragis

Dikatakan Mbah Simah, dari perajin pot bunga ukuran sedang ini dihargai Rp 4000 per pot bunga. Atau sehari kalau di kalkulasikan pendapatan sehari dari sesudah Subuh hingga sekitar jam 10, setiap perajin bisa mengantongi anyar Rp 160.000 - Rp 200.000.

"Kalau anak saya, bisa buat pot lebih dari 50 pot bunga, ukuran sedang ini. Upah itu baru bisa diambil sesudah pot pot ini jadi, maksudnya setelah proses akhir keluar dari pembakaran," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Ini musim tanaman hias, seperti Philodendron Micans, Opuntia Monacantha Variegata, Monstera, Hoya, Epiphyllum Chrysocardium, Cryptanthus Red, Calathea Black Lipstick, dan Begonia, banyak dari perorangan bukan pedagang, pesen pot bunga sampai seribu pot bunga berbagai ukuran dan varian.

"Kami dapat pesenan seribu pot bunga ukuran sedang ini dari Surabaya sebanyak 1000 pot bunga. Ini perorangan, bukan pedagang. Untuk koleksi bunga bunganya yang mahal," ujar Mbah Simah.

Pesanan sebanyak itu, lanjut Mbah Simah, tidak bisa dilayani mendadak. Karena pedagang yang pesan lebih dahulu juga banyak. Kalau pedagang ambilnya, stok yang ada, kalau perorangan, selain minta cepat cepat, ukuran dan varian sesuai pilihannya.

"Proses buat, pengeringan dan pembakaran butuh waktu sepekan, kalau minta cepat cepat kita ambilkan dari perajin lain, di desa ini saja. kalau stok di perajin di desa ini ada.kalau tidak ada, ya kami tolak," katanya kepada TribunJatim.com.

Dikatakan Mbah Simah, saat ini meski sedang pandemi Covid-19, pesanan pot bunga, membanjir, sampai sampai perajin di Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, menolak nolak, kewalahan pesanan.

"Kalau pot bunga, yang pesen dari perorangan dan pedagang meningkat. Tapi kalau gerabah seperti, layah pecel lele, cangkir, kwali, kendi dan lain lain, sepi. Bahkan untuk gerabah, peralatan rumahtangga, tidak laku," tandas Mbah Simah.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved