Breaking News:

Ngaji Gus Baha

Gus Baha Pengalaman Bertemu Hantu Atau Syetan, Ini Cara Mensifatinya

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa disapa dengan Gus Baha dalam suatu pengajian kitab bersama para santri menjelaskan tentang alasan

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
yoni Iskandar/Tribunjatim
Gus Baha bersama para muhibbin (pecintanya) serta para santri 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa disapa dengan Gus Baha dalam suatu pengajian kitab bersama para santri menjelaskan tentang alasan kenapa seseorang bisa takut terhadap hantu atau syetan.

Berikut penjelasan dari K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dokenal dengan sebutan Gus Baha :

"Kita sering keliru membuat nama. Hal itu yang menyebabkan akhirnya tidak terlalu percaya dengan Tuhan. Akhirnya percaya dengan nama yang kita bikin sendiri. Ya tadi, misalnya pohon besar pantasnya ada genderuwonya, lalu orang pada takut ke sana.Tiba-tiba ternyata ada orang nekat ke sana dengan santai dan tidak ada apa-apa," papar pria kelahiran Narukan Rembang Jawa Tengah, 29 September 1970 ini.

Menutut pengakuan santri kesayangan KH Maimoen Zubair ini, bahwa ada tetangga Gus Baha yang suka tidur di keranda jenazah. Bisanya masjid jaman dulu deket denga kuburan dan jenazahnay diletatkkan di belakang masjid. itu sering dipakai tetangga Gus Baha untuk tidur.

"Saya tanya, “Kamu tidak takut tidur di keranda?” “Enak Gus, tidak ada yang menganggu,” kata tetangga saya yang berani sekali.

“Ya berkali-kali Gus, saya melihat weden (hantu). Pernah saya lileng (ajak ngobrol), ‘coba aku lihat wajahmu. malah hantunya yang takut, cerita Gus baha.

Baca juga: Gus Baha Rela Duduk di Emperan Menunggu Kiai di Ponpes Lirboyo Kediri

Baca juga: Gus Baha : Jangan Mudah Didikte Orang, Bisa Goblok Bareng-bareng

Baca juga: Gus Baha : Kiai Sehari Manggung Tiga Kali, Pasti Bicaranya Standar, Itu-Itu Saja

Menurut Gus baha begino, kalau sampai kita takut sama yang namanya 'hantu' atau weweden berarti kita telah mensifatinya sebagai hantu. Kalau kita mensifati diri kita lebih seram dari pada hantu, mungkin dia bilang kamu yang hantu.

"Dulu saya juga takut. Saya mulai berani ketika didawuhi (dinasehati) Bapak saya. Ha.. kalau takut, ya manusia wajar kalau takut, tapi harus bersyukur ke Tuhan. Kamu diberitahu Tuhan bahwa ada makhluk selain kamu. Jadi, agar tahu ada makhluk selain manusia dan ada juga jin. Semenjak itu saya berpikir ilmiah. Jadi ketika ada jin, maka ada ilmu baru. Dimana makhluk di bumi tidak hanya saya saja,” papar ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar al-Qur'an tersebut.

Jadi memang ilmu itu luar biasa. Saya berkali-kali ketika ketakutan, pintu saya buka sambil berkata, “Raine piye tho? (wajahnya gimana ya?)”

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved