Breaking News:

Berita Lamongan

Sekretaris DPW PAN Jatim Tegaskan Tolak Impor Beras

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Jawa Timur, Husnul Aqib, juga angkat bicara menolak keras kebijakan impor 1 juta

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
surya/Hanif Manshuri
Sekretaris DPW PAN Jatim, Husnul Aqib saat bersama para kadernya. 

Reporter : Hanif Manshuri | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Rencana pemerintah untuk impor beras banyak direspon oleh beberapa kalangan. Termasuk masyarakat petani menolaknya.

Kini giliran, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Jawa Timur, Husnul Aqib, juga angkat bicara menolak keras kebijakan impor 1 juta ton tersebut.

Penolakan Aqib bukan tanpa alasan, Indonesia melimpah hasil pertaniannya, utamanya padi.

Aqib yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lamongan ini tidak habis pikir dengan kebijakan yang tidak rasional tersebut, pasalnya sebagai negara agraris, Indonesia pasokan pangannya melimpah.

Dicontohkan, Badan Pusat Statisik (BPS), memperkirakan produksi beras lokal sepanjang Januari-April 2021 mencapai 14,54 juta ton, atau naik sebesar 26,84 persen atau 3,08 juta ton dari periode sama di tahun lalu yang sebesar 11,46 juta ton.

“Kebijakan ini sangat tidak berpihak kepada rakyat, apalagi bersamaan dengan momen petani saat ini sedang panen raya, " tandas Husnul Aqib kepada Surya.co.id (Tribunjatim.com grup), Minggu (28/3/2021).

Baca juga: Asal-usul 2 Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar, Aksi Sebelumnya Parah, Ada 4 Lain yang Hendak Beraksi

Baca juga: Kisah Gus Baha Punya Tetangga Suka Tidur di Keranda Mayat

Baca juga: Ayah Bams Samson Balas Menohok Hotman Paris, Terjawab soal Selingkuh? Hotma Singgung Kepergian Istri

Di Lamongan saja, stok beras di bulog masih ada 5.400 ton, tapi ada rencana impor beras. Partai Amanat Nasional menolak tegas impor beras, petani Indonesia harus sejahtera,” katanya kepada TribunJatim.com.

Terkait harga gabah yang anjlok, ia meminta pemerintah mengambil langkah cepat untuk menstabilkan harga agar normal kembali.

Pemerintah harus hadir disaat masyarakatnya butuh maupun tidak butuh bantuan.

Menurutnya, harus ada langkah cepat dan serius dari pemerintah, agar petani ini bisa sejahtera. Karena masalah yang mereka hadapi sangat komplek, mulai dari pupuk langka dan mahal, belum lagi ditambah wabah hama tikus, wereng dan cuaca buruk. " Lebih parah lagi, saat musim panen ini harga gabah terjun alias murah, " katanya kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Impor beras

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved