Breaking News:

Ngaji Gus Baha

Gus Baha : Guyonan Nabi Dengan Sahabat Soal Fitnah Dajjal

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa disapa dengan Gus Baha dalam suatu pengajian kitab bersama para santri menjelaskan tentang Nabi Muhammad SAW

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Gus Baha' ketika melayani Hafid sang sopir ingin foto bersama 

"Mendengar perkataan sahabat tersebut, Rasulullah sontak guyu (senyum/tertawa). Berkat selingan sahabat yang agak kocak itu, perbincangan yang tadinya agak wah (berat) menjadi rileks dan santai," jelas Gus Baha.

Hal ini dikarenakan kesalehan-kesalehan para sahabat Nabi.

Pada zaman sahabat Nabi, (seolah-olah) kaidah ushul fiqh-nya sudah mantap (terlaksana).

الضَّرُورَاتُ تُبِيحُ الْمَحْظُورَاتِ

Kondisi-kondisi darurat bisa membolehkan hal-hal yang dilarang.

"Momen lucu-lucuan antara Nabi dan sahabatnya itu dilakukan di shuffah atau teras masjid. Kadang para sahabat mengenang cerita lucu-lucu pada zaman jahiliah dulu sebelum mereka masuk Islam. Para sahabat tertawa bersama bercerita masa-masa jahiliahnya, lalu Nabi pun ikut tertawa," kata santri kesayangan KH Maimoen Zubair itu.

Cara Sedekah

KH Ahmad Bahauddin Nur Salim atau yang dikenal dengan Gus Baha menerangkan tentang cara bersedekah yang dahulu dilakukan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

"Saya pernah menjalani ini (sedekah) berkali-kali meniru Sayyidina Ali. Pokoknya saya ijazahkan kepada sampean dan harus dilakukan. Setidaknya sekali seumur hidup. Kalau ditanya Tuhan, setidaknya sudah pernah dilakukan, walaupun sekali," pesan Gus Baha.

Menurut Gus Baha, Sayyidina Ali apabila memiliki uang, ia membaginya ke dalam 4 bagian. Jadi, misalnya punya uang 100 ribu dibagi menjadi masing-masing 25 ribu. Kalau satu juta ya 250 ribu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved