Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Jember

Desa Wisata Kemiri Hadir Komplit, Tawarkan 13 Item, Mulai Kemiri Resort hingga Jejak Banjir Bandang

Desa Wisata Kemiri diresmikan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto. Komplit tawarkan 13 item. resort hingga jejak banjir bandang.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Sri Wahyunik
Area walking tour di persawahan Desa Wisata Kemiri. 

"Kuliner yang khas adalah olahan jamur dari rumah jamur. Ada sate jamur, pepes jamur, jamur krispi, atau nuget jamur. Jamurnya juga organik," ujar Ketua Tim Pengelola Desa Wisata Kemiri Farhan Aziz.

Farhan mengatakan, dukungan awal dari beberapa warga Desa Kemiri membuat konsep Desa Wisata itu bisa diwujudkan.

Seperti contoh H Hairus Soleh, warga menyiapkan sawah yang memiliki pemandangan bagus sebagai lokasi penjelajahan, tempat kulineran, juga tempat eduwisata jamur. Kemudian ada pemuda pelopor Andre yang menyediakan tempat produksi minyak atsiri sebagai salah satu tujuan eduwisata.

Juga ada warga yang menyediakan rantai budidaya kopi rakyat.

Kemudian ada Gus Misbachul Khoiri Ali dari Pondok Pesantren Al Hasan 1 yang juga Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia - Jawa Timur yang menyediakan Pondok Kopi 57.58 yang juga Jember Coffee Centre.

"Belum lagi ada sekitar 9 pelaku UMKM di sektor makanan yang kami rangkul juga. Karena ketika di masa pandemi, pelaku UMKM di Desa Kemiri ini memang sangat terpukul. Mereka memproduksi aneka keripik, namun masih belum memiliki brand sendiri. Karenanya, ke depan kami juga akan membantu mereka mulai dari hulu sampai hilir, termasuk mendapatkan PIRT untuk nama produk mereka. Ini bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Kemiri," imbuh Farhan.

Wisatawan akan diajak mengunjungi pelaku UMKM itu, antara lain usaha opak gulung juga aneka keripik, selain juga kebun kopi, kebun jeruk, dan kebun jambu kristal.

Farhan mengakui, desanya memiliki potensi sangat besar. Karenanya, ketika Pemdes mendorong adanya desa wisata, yang kemudian berkolaborasi dengan Tamasya Bus Kota, warga, dan tim pengelola,  maka terbentuklah Desa Wisata Kemiri.

Farhan menuturkan, awalnya memang tidak semua warga mendukung konsep desa wisata tersebut. Namun setelah beberapa bulan terakhir, nama Desa Kemiri terlihat dilirik warga dari luar desa, tidak sedikit warga setempat yang kemudian berbalik mendukung Desa Wisata.

Apalagi ketika desa wisata itu dikenalkan melalui media sosial, banyak orang dari luar Desa Kemiri penasaran dan antusias datang ke desa tersebut.

Haji Soleh, panggilan akrab H Hairus Soleh, menambahkan makin hari, warga banyak yang mendukung Desa Wisata Kemiri.

"Sekarang banyak warga desa sini bangga karena Kemiri menjadi Desa Wisata. Minimal ketika ditanya saudara atau teman dari luar daerah, akan bertanya, rumahnya mananya tempat wisata itu," ujar Soleh sambil tersenyum.

Soleh, termasuk warga yang dari awal mendukung terbentuknya desa wisata. Bahkan dia menyediakan sawahnya seluas 1 hektare sebagai tempat Kemiri Resort dan Kemiri Resto.

Kombong budidaya jamurnya juga dikemas sebagai rumah jamur, sebagai salah satu tempat tujuan eduwisata.

"Karena jamur saya organik, tujuannya juga untuk pelestarian lingkungan. Bagaimana mengolah sampah organik menjadi media, pupuk, dan pestisida jamur. Wisatawan bisa belajar bagaimana budidaya jamur di sini, juga bisa belanja baglog jamur. Kulineran olahan jamur," imbuhnya.

Soleh sangat mendukung terbentuknya desa wisata karena ingin ada kebanggaan bagi Desa Kemiri.

Berita tentang Jember

Berita tentang Bupati Hendy Siswanto

Berita tentang Desa Wisata

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved