Berita Gresik
Kabupaten Gresik Ternyata Cuma Punya 5 Alat Berat, Bupati Gus Yani Usulkan Penambahan Alat Lewat CSR
Kabupaten Gresik ternyata hanya punya lima alat berat. Bupati Fandi Akhmad Yani berencana menambah jumlah alat
Penulis: Willy Abraham | Editor: Hefty Suud
Reporter: Willy Abraham | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Jumlah alat berat di Kabupaten Gresik ternyata sangat minim.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani berencana menambah jumlah alat berat untuk mempercepat menangani keluhan masyarakat, salah satunya normalisasi sungai yang menyebabkan banjir.
Rencananya, pengadaan alat berat menggunakan dana dari Corporeate System Responsibility (CSR) dari perusahaan.
“Kami cari lewat CSR untuk alat berat, jangan bangun-bangun lagi. Kami cari inovasi dan kami juga akan beli dari APBD kami,” ucapnya Sabtu (3/4/2021).
Baca juga: Kaesang Pangarep Auto Menyesal? Felicia Tissue Tunjukkan Sudah Move On, Aura Beda, Ibu: Kamu Kuat
Baca juga: Pilu Siswi SMA Pasrah Diperkosa Bujang Lapuk, Nyawa Terancam hingga Dipaksa Foto Bugil, Lebih 1 Kali
Gus Yani sapaan akrabnya Bupati Fandi Akhmad Yani sudah mendengar sendiri bahwa alat berat yang dimiliki Gresik hanya lima saja.
Kondisinnya, tidak semua alat berat berfungsi dengan baik. Dari segi jumlah, kata Gus Yani, sudah sangat ketinggalan dibandingka dengan Ibu Kota Surabaya, yang memiliki 70 alat berat.
Sebagai daerah penyangga Ibu Kota, maka harus mengejar ketertinggalan. Dikatakannya, jika Surabaya sudah berlari, Gresik harus bisa berlari.
Bahkan saat serah terima jabatan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mencontohkan kinerja pemerintah harus melompat bukan berlari lagi agar lebih cepat dalam melayani masyarakat.
Baca juga: Daihatsu Zebra Terbakar di Jalan Raya Bandulan, Polsek Sukun Masih Cari Keberadaan Pemilik Kendaraan
Baca juga: Lirik Lagu Hari Bahagia Atta Halilintar & Aurel Hermansyah, Kado Rahasia, Dirombak Jadi Lagu Duet
“Persiapan sambil menunggu MoU penanganan Kali Lamong dengan BBWS, kami juga menambah alat berat kepingin seperti Surabaya alat beratnya 70, kami cuman lima itupun banyak yang rusak,” tegasnya.
Alat berat itu rencananya memang akan digunakan untuk membantu mempercepat normalisasi Kali Lamong jika Memorandum of Understanding (MoU) sudah diteken oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
Pemkab Gresik memang ingin pembagian wewenang lebih dalam menangani Kali Lamong, karena jika hanya menjalani kewajiban membebaskan lahan saja kurang efektif, banjir Kali Lamong masih terus terjadi.
BBWS sendiri baru akan melakukan normalisasi dengan memasang tanggul setelah Pemkab Gresik berhasil membebaskan lahan.
Hal inilah yang mendorong meminta adanya MoU agar Pemkab bisa akselerasi menangani Kali Lamong yang sudah menjadi bencana tahunan bahkan semakin parah, ditandai dengan intensitas banjir setiap tahunnya.
Berita tentang Gresik
Berita tentang Bupati Fandi Akhmad Yani
Berita tentang Jawa Timur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/banjir-kali-lamong-kamis-142021.jpg)