Breaking News:

Tarawih Dibolehkan Termasuk di Surabaya, Satgas: Prokes Diperketat

Pemerintah Kota Surabaya tengah mengaji regulasi salat tarawih bagi seluruh masjid dan mushola di Surabaya. Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19

ahmad Zaimul Haq/suraya
TARAWIH PERTAMA - Umat muslim menunaikan ibadah shalat Tarawih pertama di Masjid Nasional Al Akbar, Minggu (5/5). Pemerintah menetapkan satu Ramadhan 1440 Hijriah jatuh pada Senin (6/5). 

Reporter: Bobby Koloway I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya tengah mengaji regulasi salat tarawih bagi seluruh masjid dan mushola di Surabaya. Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 memastikan protokol kesehatan diperketat.

"Kami sedang susun (aturan teknisnya). Kami akan bertemu MUI dan Dewan Masjid juga," kata Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto Selasa (6/4/2021).

Nantinya, akan ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi saat beribadah tarawih. Misalnya, pembatasan jumlah jemaah yang maksimal hanya sekitar 50 persen dari kapasitas.

Kemudian, kewajiban memakai masker hingga aturan menjaga jarak mulai dari tempat wudhu.

"Termasuk, rancangan aturan yang mengharuskan masjid melakukan pengaturan shaf. Juga, menyediakan satgas di tiap masjid," katanya.

Semua rancangan tersebut akan dibahas dengan sejumlah aturan lainnya.

"Kami juga mengatur aturan tentang sahur dan buka bersama," katanya.

Prinsipnya, semua kegiatan tak boleh lepas dari protokol kesehatan. Sehingga, ibadah bisa dijalankan dengan khusu' namun juga bisa mengantisipasi adanya cluster penyebaran Covid-19.

Sebagai bentuk antisipasi jelang ramadhan, sebelumnya, Pemkot Surabaya juga memberikan vaksinasi kepada ribuan takmir, muadzin, hingga penceramah di Kota Pahlawan. Vaksinasi terus dikebut jelang Ramadhan.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved