Breaking News:

Berita Gresik

Kisah Pilu Nenek di Gresik, Hidup Sebatang Kara Menunggu Anaknya Pulang Setiap Dua Pekan Sekali

Kisah pilu diceritakan Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan tentang kehidupan seorang nenek di Gresik yang hidup sebatang kara.

surya/willy
Nenek Suparti saat berada di dalam rumahnya di Desa Beton, Kecamatan Menganti. 

Reporter: Willy Abraham I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kisah pilu diceritakan Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan tentang seorang nenek di Gresik yang hidup sebatang kara.

Dia adalah Suparti, nenek berusia 80 tahun yang bertempat tinggal di Dusun Beton RT 01/RW01, Desa Beton, Kecamatan Menganti, Gresik.

Dalam kesehariannya, nenek Suparti hanya bisa berdiam diri sambil menunggu kedatangan anaknya pulang dua pekan sekali yang bekerja di Surabaya.

Nenek Suparti berjalan menggunakan bantuan tongkat kayu, membuka pintu depan rumahnya yang terdiri dari papan kayu.

Lantai dari semen itu pecah-pecah dan dilapisi karung beras yang sudah tidak terpakai sebagai karpet atau alas lantai agar tidak dingin.

Dia tinggal di tanah desa dengan bangunan semi permanen terdiri dari papan kayu, jendela bekas sebagai tembok rumah. Kemudian ada bagian yang ditutupi dengan bekas karung semen bekas untuk menutupi bangunan rumahnya.

Suparti diketahui berasal dari Nganjuk yang merantau ke Gresik tepatnya di Menganti, suaminya meninggal dunia dan hanya menyisakan anaknya yang bekerja di Surabaya.

Suparti yang sudah sepuh mengalami gangguan pada pendengarannya, harus menggunakan nada yang cukup tinggi untuk berkomunikasi dengannya.

Beberapa kali dia mengusap mata, setelah menerima bantuan berupa uang tunai dari Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan yang mendatangi kediamannya saat hujan deras. 

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved