Breaking News:

PT Daewoong Infion Menerima Izin Penjualan Hormon Pertumbuhan Dengan Sistem Injeksi Pena

PT. Daewoong Infion (CEO Suh Chang Woo) mengumumkan pada tanggal 20 April 2021 bahwa perusahaan telah menerima izin untuk penjualan produk Somatropin

istimewa
Injeksi pena dari PT. Daewoong Infion 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sistem injeksi pena dapat meningkatkan kenyamanan dan memudahkan pasien mengontrol dosis serta melakukan terapi secara mandiri.

 Sistem injeksi pena merupakan terapi dengan harga terjangkau sehingga dapat mengurangi beban biaya pasien dibandingkan dengan terapi hormon pertumbuhan yang sudah ada di pasaran.

PT. Daewoong Infion (CEO Suh Chang Woo) mengumumkan pada tanggal 20 April 2021 bahwa perusahaan telah menerima izin untuk penjualan produk Somatropin (rekombinan hormon pertumbuhan manusia), yang merupakan terapi hormon pertumbuhan dengan sistem injeksi pena, di Indonesia.

Somatropin adalah kandungan obat yang diberikan kepada pasien yang mengidap Defisiensi Hormon Pertumbuhan (Growth Hormone Deficiency/GHD), di mana pasien kekurangan atau tidak memiliki hormon pertumbuhan sama sekali. Dalam uji klinis fase-III yang dilakukan terhadap pasien di Korea, Somatropin telah terbukti mampu meningkatkan tingkat IGF-1 (Insulin-like Growth Factor) di dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mendorong pertumbuhan sel dan penurunan lemak.

Pengobatan hormon pertumbuhan yang sudah ada di pasaran biasanya tidak mudah dilakukan secara mandiri oleh pasien karena berbentuk vial dan sulit mengontrol jumlah dosis. Selain itu, produk dengan sistem injeksi pena yang sudah ada biasanya harus dibuang setelah satu kali digunakan dan dijual dengan harga yang cukup mahal.

Somatropin dari PT. Daewoong Infion dirancang dengan sistem injeksi pena yang sudah dipatenkan di Korea. Dengan sistem ini, kartrid cairan dimasukkan ke dalam jarum suntik berbentuk pena. Pasien dapat mengatur jumlah dosis secara mandiri dengan menekan tombol dosis dan memutar jarum suntik tersebut sesuai dengan indikator jumlah dosis yang diinginkan, sama seperti saat menyuntikkan insulin secara mandiri. Jarum suntik berbentuk pena ini semi permanen dan pasien dapat mengganti kartridnya. Produk ini juga dilengkapi dengan tabel dosis sehingga pasien umum dapat menyesuaikan dosis sesuai dengan berat badan dan resep dokter.

Baca juga: Ketua DPD RI Ajak HAPSI Perangi Pandemi Bersama-sama

Baca juga: Profil Rimar & Mark, Grand Finalis Indonesian Idol 2021, Berteknik Vokal Tinggi hingga Punya 2 Lagu

Baca juga: Antovany Reza: Produk Hasil Start-up Harus Repeatable dan Expandable

Menurut lembaga penelitian Grand View Research www.grandviewresearch.com, nilai pasar hormon pertumbuhan secara global diperkirakan mencapai USD4,6 miliar pada tahun 2019, dengan Amerika Utara sebagai penyumbang pangsa pasar terbesar yaitu 35,9%. Namun, daya jual produk hormon pertumbuhan di berbagai negara berkembang dan masyarakat kelas menengah meningkat. Menurut data penjualan tahun 2017 dari perusahaan riset global IMS Health, nilai pasar hormon pertumbuhan di Indonesia diperkirakan mencapai USD820.000 dan akan terus meningkat tumbuh ke depannya karena Indonesian memiliki jumlah populasi terbesar keempat sedunia diikuti dengan semakin meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah.

Saat ini, sebagian besar produk hormon pertumbuhan yang ada di Indonesia diimpor dari luar negeri seperti Amerika Serikat dan Denmark sehingga menimbulkan beban biaya pengobatan yang cukup tinggi bagi pasien. Meskipun diproduksi di Korea, PT. Daewoong Infion berencana meluncurkan Somatropin dengan harga terjangkau, lebih rendah dibandingkan dengan harga pasaran untuk meringankan beban biaya pengobatan pasien.

“Sebagian besar pengobatan hormon pertumbuhan yang ada di Indonesia menyebabkan beban biaya pengobatan bagi pasien. PT. Daewoong Infion berencana merilis Somatropin, produk dengan sistem injeksi pena, dengan harga yang wajar untuk meringankan biaya pengobatan pasien. Kami berharap Somatropin yang kami kembangkan dapat meningkatkan kenyamanan pasien dan memudahkan mereka mengontrol jumlah dosis melalui jarum suntik kartridnya. Kami berencana untuk meluncurkan produk ini dalam paruh kedua tahun ini, "kata Suh Chang woo, CEO PT. Daewoong Infion.

Selain produk hormon pertumbuhan, PT. Daewoong Infion berupaya menyediakan pengobatan bio yang berkualitas tinggi kepada masyarakat Indonesia seperti EPO (Erythropoietin) dan Epidermal Growth Factor (EGF). Pada tahun 2017, berkat inovasi perusahaan, PT. Daewoong Infion menerima penghargaan 'Perusahaan Bio-Farmasi Terbaik' dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mendapatkan penghargaan lainnya dari Kementerian Kesehatan Indonesia pada bulan November di tahun yang sama.

Kita ketahui, Daewoong Infion merupakan perusahaan joint venture antara perusahaan farmasi Daewoong Pharmaceutical asal Korea Selatan dan Infion asal Indonesia yang didirikan pada tahun 2012.

Daewoong Infion membuka pabrik biofarmasi pertamanya di Surabaya dan mendapatkan teknologi biofarmasi unggul dari Daewoong Pharmaceutical untuk melakukan penelitian, pengembangan, dan manufaktur berbagai produk biofarmasi di Indonesia.

Berita tentang Hormon

Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved