Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Gresik

Larangan Mudik Bagi Pekerja Migran Asal Gresik: yang Terlanjur Mendarat, Karantina 5 Hari di GJOS

Larangan mudik Lebaran 2021. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah: pekerja migran yang terlanjur mendaratlangsung dikarantina di Gelora Joko Samudro.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Willy Abraham
Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah saat memimpin rapat terkait larangan mudik, Jumat (23/4/2021). 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik (Pemkab Gresik) menyiapkan berbagai kebijakan terkait larangan mudik yang telah ditetapkan melalui Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 diteken oleh Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo pada 21 April 2021.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengubah masa berlaku aturan pelarangan jelang mudik Lebaran 2021 dari sebelumnya hanya 10 hari menjadi satu bulan, dari 22 April sampai 24 Mei 2021.

Maka mulai hari ini Jum’at (23/4/2021) Pemkab Gresik mengadakan rapat mendadak dengan mengundang berbagai pihak.

Baca juga: Pesta Berdarah Ultah Ayah, Mata Kakak Ditusuk Besi, Abang Dibacok, Tak Jelas Pemicu Emosi Adik

Baca juga: Terjawab Kemana Kapal KRI Nanggala? Ahli Bongkar Keangkeran Laut Bali, Laut Jawa Tak Ada Apa Apanya

Fokus yang dibahas pada rapat tersebut yaitu mempersiapan segala sesuatunya bagi pekerja migran asal Gresik yang terlanjur mudik ke Gresik.

Mereka yang terlanjur mudik tersebut langsung masuk karantina selama 5 (lima) hari di Ruang Isolasi Gelora Joko Samudro (GJOS) Gresik.

“Kita harus membuat kebijakan tentang para pekerja migran ini. Tentu saja, kita tidak dapat menolak para pekerja migran Gresik yang sudah terlanjur terbang dan mendarat di Indonesia. Tidak mungkin kita menyuruh balik Kembali. Tentu saja kita harus menyiapkan segala sesuatunya untuk pencegahan penularan Covid 19 agar tidak timbul klaster baru,” kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Baca juga: Mantan KASAL Soeparno Doakan Awak KRI Nanggala 402 Selamat, Monster Bawah Laut Tidak Akan Pecah

Baca juga: BREAKING NEWS: Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Membusuk Terbungkus Karpet di Malang

Sekda Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno meminta kepada pihak Dinas Kesehatan untuk menyiapkan GJOS menjadi tempat karantina pekerja migran yang mudik.

Selain itu, Dinas Perhubungan juga diminta  menyiapkan angkutan untuk para pekerja migran ini.

“Tolong agar berkoordinasi dengan pihak Propinsi Jawa Timur dan otoritas yang lain terkait kepulangan para pekerja migran asal Gresik ini,” kata Pj Sekda.

Meski sudah ditutup sebagai Ruang Isolasi Covid-19 sejak 29 Meret 2021 lalu seiring menurnnya paparan Covid di Gresik. Namun Sarana prasarana Ruang isolasi Covid GJOS masih ada.

Kapasitas tempat tidur di ruang isolasi tersebut sebanyak 140 tempat tidur.

“Hanya tenaga Kesehatan yang perlu dikondisikan, karena setiap nakes yang akan masuk ke GJOS harus di test swab lebih dahulu untuk memastikan mereka negative Covid. Besok pagi semua tenaga yang ada di Gejos sebanyak 54 orang akan kami test swab Kembali. Selanjutnya langsung kita melaksanakan aktifitas,” tandas Mukhibatul Khusnah Sekretaris Dinas Kesehatan Gresik.

Selain kebijakan karantina pekerja migran, pada rapat tersebut memutuskan untuk melaksanakan kembali penyekatan wilayah seperti tahun sebelumnya.

Rakor kali ini dihadiri oleh Komandan Kodim 0817 Gresik Letkol Infantri Taufik Ismail dan Wakapolres Gresik, perwakilan dari Kantor Imigrasi Tanjung Perak, Perusahaan PJTKI dan seluruh anggota Satgas Covid-19.

Berita tentang Gresik

Berita tentang Lebaran 2021

Berita tentang larangan mudik

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved