Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Kapal Selam Nanggala Hilang

Mantan KASAL Soeparno Doakan Awak KRI Nanggala 402 Selamat, 'Monster Bawah Laut Tidak Akan Pecah'

Laksamana TNI (Purn) Soeparno yakini KRI Nanggala 402 dengan julukan monster bawah laut itu tidak akan pecah. Doakan awak kapal selamat.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Hefty Suud
AFP via Tribunnews
Kapal Selam Cakra Indonesia KRI Nanggala berlayar dari pelabuhan di Cilegon, Banten. Foto diambil 5 Oktober 2017. 

Reporter: Luhur Pambudi | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI (Purn) Soeparno meyakini kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4/2021) kemarin, masih dalam keadaan utuh.

Kapal selam pabrikan industri Howaldtswerke, Kiel, Jerman Barat itu terbilang kuat, karena mampu menyelam hingga kedalaman 500 meter.

Sehingga, Soeparno meragukan jika kondisi kapal selam berdimensi panjang 59,5 meter, lebar 6,3 meter, dan tinggi 5,5 meter itu dalam kondisi terkoyak.

Baca juga: Pesta Berdarah Ultah Ayah, Mata Kakak Ditusuk Besi, Abang Dibacok, Tak Jelas Pemicu Emosi Adik

Baca juga: Terjawab Kemana Kapal KRI Nanggala? Ahli Bongkar Keangkeran Laut Bali, Laut Jawa Tak Ada Apa Apanya

Hanya saja, ia mengaku tidak yakin dengan kondisi para kru di dalam kapal selam yang terkenal dengan julukan monster bawah laut itu.

"Kalau kapalnya tidak akan pecah. Karena kedalaman 500 meter masih kuat. Kalau awak kapalnya, enggak tahu saya, mudah-mudahan masih sehat," katanya saat dihubungi TribunJatim.com, Jumat (23/4/2021).

Soeparno berharap para tim penyelemat segera menemukan lokasi kapal selam tersebut, dan melakukan penyelamatan terhadap semua orang yang berada di dalam kapal selam yang memiliki empat mesin diesel elektrik itu, secepatnya.

Baca juga: NASIB Pilu Melisa Istri Penganiaya Perawat Terancam Susul JT di Penjara, Digugat Ngaku Bos Kosmetik

Baca juga: Rakit Senjata Api Ilegal, Guru di Malang Dicokok, Polisi: Tersangka Melakukan Secara Otodidak

Insiden kedaruratan dalam sebuah operasi seperti hilang komunikasi (lost contact) seperti kondisi yang dialami kapal seberat 1.395 Ton tersebut, bisa disebabkan oleh banyak faktor. 

"Namanya kecelakaan gak bisa diprediksi. Terkadang kesalahan personel, kesalahan material, banyak sekali kemungkinan," tuturnya.

Soeparno mengaku pernah menjadi pimpinan kapal selam tersebut sekitar 12 tahun lamanya, sejak 1984 hingga 1994.

Banyak misi operasi latihan, pengintaian bahkan penyerangan telah dijalankannya bersama para kru kapal selam yang di desain oleh Ingenieurkontor di Kota Lübeck, Jerman, Maret 1978, silam itu.

"Saya di sana 12 tahun, pokoknya saya pergi dari situ tahun 1994 (sejak 1984).
Khusus tempur," jelasnya.

Menurutnya, insiden hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 yang diduga karena kehilangan daya listrik (black out) bisa terjadi karena adanya kerusakan lapisan pelindung luar kapal selam sehingga menimbulkan kebocoran.

Tak pelak, membuat air laut masuk ke dalam ruang kapal selam dan diperkirakan menimbulkan korsleting pada komponen kelistrikan kapal selam tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved