Palak Warung Makan, Polisi Gadungan di Duduksampeyan Gresik Bikin Warga Resah
Pria berusia 44 tahun ini pura-pura menjadi polisi untuk memalak warung yang ada di jalan raya Duduksampeyan, Gresik, Jawa Timur.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Seorang pria bernama Jainuri (44) di Duduksampeyan ditangkap karena menyamar sebagai polisi untuk memalak pemilik warung dengan modus meminta “uang keamanan”.
- Pelaku mengaku sebagai anggota Polsek Panceng dan telah menjalankan aksinya sejak 2023 dengan meminta uang Rp200 ribu hingga Rp300 ribu dari sejumlah warung di sepanjang Jalan Raya Duduksampeyan.
- Polsek Duduksampeyan mengamankan pelaku beserta barang bukti uang tunai dan bukti transfer
Laporan wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kedok Jainuri akhirnya terbongkar.
Pria berusia 44 tahun ini pura-pura menjadi polisi untuk memalak warung yang ada di jalan raya Duduksampeyan, Gresik, Jawa Timur.
Kedok Jainuri terbongkar ketika pemilik warung tersebut curiga. Benar saja, pria asal Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu adalah polisi gadungan.
"Satu orang sudah kami amankan," ujar Kapolsek Duduksampeyan, AKP Bakri.
Unit Reskrim Polsek Duduksampeyan mengamankan pria yang nekat menyamar sebagai anggota polisi tersebut pada Sabtu, 9 Mei 2026, sore. Diketahui, modus tersangka meminta “uang keamanan” ke warung.
Pria berambut cepak ini telah beraksi selama kurang lebih tiga tahun.
Baca juga: Pelajar di Malang Jadi Korban Penipuan Polisi Gadungan Modus Tilang, Handphone Dirampas
Pelaku diamankan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait adanya pria mencurigakan yang mengaku sebagai anggota Polri dan meminta uang kepada pemilik warung di sepanjang jalur utama Duduksampeyan.
Terungkapnya aksi pelaku bermula saat J mendatangi warung milik K (45) di kawasan Jalan Raya Duduksampeyan, masuk desa Tumapel.
Mendatangi warung semi permanen di pinggir jalan, berusaha meyakinkan, mengaku sebagai anggota Polsek Panceng dan meminta uang keamanan sebesar Rp250 ribu.
“Setelah menerima laporan masyarakat, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Dari hasil interogasi diketahui bahwa yang bersangkutan bukan anggota Polri alias polisi gadungan,” ujar AKP Bakri.
Dari hasil pemeriksaan, aksi tersebut ternyata bukan kali pertama dilakukan pelaku. Polisi mendapati bahwa modus pemerasan berkedok uang keamanan itu telah dijalankan sejak awal tahun 2023.
Salah satu korban, K, mengaku rutin memberikan uang kepada pelaku karena takut dan percaya bahwa J benar-benar anggota kepolisian.
Selama kurang lebih tiga tahun, korban mengalami kerugian hingga sekitar Rp2 juta. Nominal pungutan yang diminta pelaku pun bervariasi, mulai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu setiap kali mendatangi warung.
| 4 Kandidat Juara Piala Dunia 2026 Selain Argentina Menurut Lionel Messi, Timnas Portugal Termasuk |
|
|---|
| Bikin Panik Pengunjung, Biawak 1,5 Meter Masuk Area Optik di Pare, Damkar Turun Tangan |
|
|---|
| Daftar 13 SPBU Pertamina yang Sudah Tak Jual Pertalite, Kementeri ESDM Ungkap Alasannya |
|
|---|
| 7 Syarat Timnas Iran untuk Tampil di Piala Dunia 2026, Terkait Keamanan hingga Lagu Kebangsaan |
|
|---|
| Rekam Jejak Irjen Pol Pipit Rismanto Kapolda Jabar yang Baru, Sikat Banyak Kasus Tambang di Bangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/POLISI-GADUNGAN-Tampang-Jainuri-tengah-pakai-baju-tahanan-diringkus.jpg)