Breaking News:

Berita Surabaya

Sepinya Terminal Tambak Osowilangun Jauh Sebelum Larangan Mudik, Bus Operasional Makin Sedikit

Kepala Unit Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Surabaya, Joko Budi Legowo mengatakan, penurunan jumlah penumpang telah terjadi sejak pandemi Covid-19

tribun/luhurPambudi
Suasana di Terminal Tambak Osowilangon (TOW), Benowo, Surabaya, Rabu (5/5/2021). 

Reporter: Luhur Pambudi I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Unit Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Surabaya, Joko Budi Legowo mengatakan, penurunan jumlah penumpang telah terjadi sejak pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, diikuti dengan rentetan pembatasan sosial.

Akibatnya, tak sedikit jumlah armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang beroperasi di TOW terpaksa dikandangkan. 

Dari 230 unit bus, hanya 60 unit bus yang beroperasi. Tak jarang bus yang benar-benar beroperasi jumlahnya lebih sedikit. Terkadang satu bus mengangkut tak lebih dari lima orang penumpang.

"Kalau AKDP memang jarang jalan, kalau enggak hari hari besar seperti Sabtu-Minggu, AKAP, cuma jumlahnya memang sedikit. Paling banyak jalur AKDP-nya ke Bojonegoro," katanya saat ditemui TribunJatim.com di ruangannya, Rabu (5/5/2021).

Berdasarkan catatan yang dihimpunnya, sepekan jelang dimulainya larangan mudik, sejak Kamis (6/5/2021) hingga Senin (17/5/2021) mendatang, tercatat sekitar seribu orang penumpang yang menggunakan moda transportasi bus di TOW.

Terkait mekanisme pengawasan larangan mudik yang akan berlangsung 12 hari mendatang. Joko mengaku pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Dishub Jatim, dan Polda Jatim.

"Kalau dalam jangka waktu seminggu terakhir, ya ada sudah 1000-an orang penumpang. Setiap harinya ya memang seperti ini," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idulfitri 1442 H atau tahun 2021 dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Aturan larangan tersebut berlaku 12 hari, sejak Kamis (6/5/2021) hingga Senin (17/5/2021) mendatang, diterapkan melalui larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi penumpang untuk semua moda transportasi yaitu moda darat, laut, udara dan perkeretaapian. 

Angkutan yang dilarang pada masa pemberlakuan aturan ini meliputi kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dan jenis mobil penumpang, mobil bus dan kendaraan bermotor, serta kapal angkutan sungai, danau, dan penyeberangan. 

Namun transportasi barang dan logistik tetap berjalan seperti biasa. Dan pengecualian tersebut juga berlaku untuk sejumlah kriteria perjalanan lain, meliputi:

Pertama. Penumpang yang memenuhi kriteria khusus seperti, Perjalanan dinas, bekerja, kondisi mendesak seperti melahirkan dan kondisi sakit.

Kedua. Masyarakat dengan kepentingan tertentu seperti; Bekerja atau perjalanan dinas untuk ASN, Pegawai BUMN, Pegawai BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi dengan surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinannya; Kunjungan keluarga yang sakit; Kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia; Ibu hamil dengan satu orang pendamping; Kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping; Pelayanan kesehatan yang darurat

Ketiga. Pengecualian kendaraan diberlakukan bagi kendaraan berkategori, Pimpinan lembaga tinggi negara RI; Kendaraan dinas operasional, berplat dinas, TNI, Polri, dan kendaraan dinas operasional petugas jalan tol; Kendaraan pemadam kebakaran, ambulans dan mobil jenazah, serta mobil barang dengan tidak membawa penumpang; Kendaran yang digunakan untuk pelayanan kesehatan setempat seperti ibu hamil dan anggota keluarga intinya yang akan mendampingi; Kendaraan yang mengangkut pekerja migran Indonesia, warga negara Indonesia dan mahasiswa pelajar di luar negeri; serta pemulangan orang dengan alasan khusus dari pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved