Breaking News:

Israel Serang Palestina

Malam Mengerikan di Gaza, Hanya Punya 2 Pilihan, Bangun untuk Membalas Pesan 'Kamu Masih Hidup?'

Eman Basher yang memiliki pengaruh di Twitter, bercerita kehidupan warga Gaza. Beber soal malam mengerikan, bangun untuk menjawab 'kamu masih hidup?'.

KATA KHATIB /AFP/ via Tribunnews.com
Sebuah gambar yang diambil di Rafah di Jalur Gaza selatan, pada 17 April 2021, menunjukkan ledakan menyusul serangan udara oleh Israel. Militer Israel mengatakan telah melakukan serangan udara terhadap sasaran di Jalur Gaza menyusul serangan roket dari kantong Palestina, dalam pertempuran kedua dalam beberapa hari. 

TRIBUNJATIM.COM - Konflik Palestina dan Israel menyebabkan ketakutan berujung trauma mendalam bagi penduduk dan anak-anak di Gaza.

Penduduk Gaza, Eman Basher yang memiliki pengaruh di Twitter, bercerita soal kehidupan warga Gaza di tengah teror serangan bom.

Dirinya membeberkan dua pilihan memilukan yang dimiliki oleh penduduk Gaza, tiap malam.

Dilansir Al Jazeera, cuitan Eman Basher tentang ketakutan warga Gaza dibacakan oleh anggota Kongres AS, Rashida Tlaib, pada Kamis:

"Orang-orang Gaza menjalani malam mengerikan setiap hari. Kami bangun untuk membalas pesan, apakah kamu masih hidup? Kami takut. Setiap malam kami mengatakan bahwa kami yang berikutnya."

Baca juga: Pasrah Keluarga di Jalur Gaza Tahu akan Mati, Tiap Malam Pakai Pakaian Terbaik, Bersiap Dimakamkan

Kondisi di Gaza karena serangan Israel. Seorang ibu cerita kepasrahan dan ketakutannya.
Kondisi di Gaza karena serangan Israel. Seorang ibu cerita kepasrahan dan ketakutannya. (Anadolu Agency via Tribunnews)

"Saat saya menulisnya, saya menangis. Saya ingin mengatakan bahwa orang-orang di Gaza memiliki dua metode dalam menghadapi malam-malam yang begitu mengerikan."

Mereka menempatkan seluruh anggota keluarga dalam satu ruangan, sehingga jika pemboman terjadi atau jika pesawat tempur Israel menyerang rumah, mereka akan mati bersama.

Atau mereka menempatkan setiap anggota di ruangan berbeda, sehingga jika terjadi pembantaian atau mereka (Israel) mengebom rumah, satu anggota akan selamat."

Ia menambahkan, "Sungguh memilukan, bahwa orang-orang Palestina di Gaza hanya memiliki dua pilihan ini, sementara mereka sebenarnya tidak memiliki tempat berlindung."

"Kemarin adalah malam yang sulit. Kami tidur jam empat pagi dan anak-anak saya terus bangun. Suami saya dan saya butuh waktu lama untuk menenangkan mereka. Mengerikan, membuat trauma."

Halaman
1234
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved