Breaking News:

Berita Gresik

Berjualan Puluhan Tahun, Pedagang Roti Bantol di Gresik Terharu Dagangan Roti Bantolnya Diborong

Sariadi (61), warga Desa Jatidowo, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, secara tekun dan rajin menjual rangin atau dikenal roti bantol di pasar Kota

Penulis: Sugiyono
Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Sugiyono
JAJANAN - Presiden media sosial Facebook Gresik Sumpek Cak Warsito (Kiri) bersama temannya sedang menikmati roti bantol di Pasar Baru Gresik, Jalan Samanhudi, Kamis (10/6/2021). 

Reporter: Sugiyono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sariadi (61), warga Desa Jatidowo, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, secara tekun dan rajin menjual rangin atau dikenal roti bantol di pasar Kota Gresik, Jalan Samanhudi, Kecamatan Gresik. Sampai saat ini, jajanan tersebut terus digemari masyarakat hingga viral di media sosial, Kamis  (10/6/2021). 

Sariadi viral di media sosial Facebook atas unggahan akun Mas Bejo Kemayangan ke komunitas media sosial grup Gresik Sumpek (Suara Masyarakat Peduli Kota). Bahkan, yang memberikan tanda like mencapai 3.166 orang. 

Menurut pemilik akun Mas Bejo Kemayangan yang aslinya bernama Rachmad Rofik (Gus Fik), warga Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah, Gresik, mengatakan, niatan meng-upload penjual roti bantol, karena berlangganan sejak kecil, sebab berjualan sudah lebih dari 40 tahun. 

Menurut Gus Fik, Sariadi sebagai bapak tiga anak dan satu cucu tersebut setiap hari berjuang untuk mencukupi naskah keluarga dengan berjualan roti bantul. Padahal, dari berjualan tersebut hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. 

Misalnya, keuntungan menjual roti bantul setiap hari sekitar Rp 50.000 sampai Rp 100.000. Sehingga, dalam satu bulan rata-rata Rp 3 Juta. Itu belum dikurangi jika libur dan jika sakit. Harganya cukup murah, satu porsi hanya Rp 2000. 

"Saya terharu, karena diusia senja, beliau masih tetap konsisten pada bidang yang sama. Bisa jadi beliau sudah nyaman dan bahagia dengan pekerjaannya ini, terbukti sudah sejak 1976 sudah melakoni ini," kata Gus Fik, owner aplikasi AI (artificial intelegence) Wisefx. 

Bahkan, untuk membantu Sariadi, Gus Fik memborong roti bantal tersebut untuk dibagikan kepada masyarakat. Sebab, makanan ringan tersebut sangat digemari masyarakat. "Kita borong untuk meringankan beban Pak Sariadi agar cepat habis. Dan untuk dibagikan kepada masyarakat yang menginginkan," katanya. 

Atas diborongnya barang dagangannya, Sariadi mengatakan, sangat gembira, sebab mendapat untung lebih banyak dan bisa pulang lebih cepat. Biasanya, berjualan mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB baru habis. 

Baca juga: Pria di Kepanjen Malang Tewas Tersetrum Listrik Atap Losmen, Simak Kronologinya

"Alhamdulillah diborong, ini mendapat rejeki lebih banyak dan lebih cepat pulang," kata Sariadi. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved